Puasa Nyaman Tanpa Heartburn: Tips Aman Mengelola GERD Selama Ramadhan

AKURAT JAKARTA - Bagi penderita GERD, menjalani puasa di bulan Ramadhan terasa penuh tantangan dan kekhawatiran.
Keinginan beribadah penuh berbenturan dengan rasa takut gejala kambuh tiba-tiba.
Padahal, dengan pola yang tepat, puasa tetap bisa dijalani dengan aman.
Baca Juga: Tanpa Obat, Ini 5 Kebiasaan Sederhana untuk Cegah Diabetes
Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD adalah gangguan ketika asam lambung naik ke kerongkongan.
Kondisi ini menimbulkan sensasi panas di dada yang disebut heartburn.
Berbeda dari maag biasa, GERD berkaitan dengan melemahnya otot katup lambung.
Baca Juga: Deretan Takjil Sehat Ramadhan 2026 yang Lebih Ringan di Perut
Katup ini seharusnya menahan asam agar tidak naik ke atas.
Saat puasa, lambung tetap memproduksi asam meski tidak ada makanan masuk.
Perut kosong terlalu lama bisa meningkatkan risiko iritasi lambung.
Baca Juga: Jangan Sembarangan! Ini Makanan yang Perlu Kamu Hindari Saat Berbuka Puasa
Jika pola makan tidak dijaga, asam mudah naik dan memicu keluhan.
Kesalahan umum terjadi saat berbuka puasa secara berlebihan.
Makanan berminyak, pedas, dan asam sering jadi pilihan pertama.
Baca Juga: 5 Buah Terbaik untuk Sahur Agar Tak Cepat Lapar Selama Berpuasa
Padahal, jenis makanan itu dapat merangsang produksi asam berlebih.
Akibatnya, dada terasa panas dan perut terasa tidak nyaman.
Langsung tidur setelah sahur juga memperburuk kondisi lambung.
Baca Juga: Cara Menyimpan Kurma Agar Tahan Lama, Sudah Tahu?
Tubuh dalam posisi rebah membuat asam lebih mudah naik.
Tunggu setidaknya tiga jam sebelum berbaring atau tidur.
Kurang tidur dan stres berlebihan ikut memicu kekambuhan GERD.
Baca Juga: Tak Hanya Sunnah, Ini Bukti Manfaat Siwak bagi Kesehatan Gigi dan Mulut
Hormon stres dapat meningkatkan produksi asam lambung.
Merokok pun melemahkan otot kerongkongan dan memperparah gejala.
Agar puasa tetap nyaman, pilih makanan yang ramah di lambung.
Baca Juga: 5 Tips Melatih Anak Berpuasa Tanpa Drama
Konsumsi serat larut, protein, dan karbohidrat kompleks saat sahur.
Contohnya oatmeal, nasi merah, kentang, kacang, dan gandum utuh.
Makanan ini dicerna lebih lambat dan memberi rasa kenyang lebih lama.
Baca Juga: Tips Memilih Stoples untuk Ramadhan, Bikin Kue Kering dan Kurma Tetap Renyah
Saat berbuka, mulai dengan porsi kecil dan ringan.
Kurma, air putih, atau makanan berserat bisa jadi pilihan awal.
Hindari minuman berkafein, bersoda, dan terlalu manis.
Baca Juga: Puasa Tak Hanya Ibadah, Ini 7 Manfaat Puasa yang Didukung Penelitian Ilmiah
Penuhi kebutuhan cairan dengan pola minum teratur.
Gunakan pola dua gelas saat berbuka, empat malam hari, dua saat sahur.
Cara ini membantu menjaga hidrasi tanpa membebani lambung.
Baca Juga: Puasa Sehat dan Bugar: Cara Menjaga Tubuh Tetap Prima Selama Ramadhan
Puasa bukan musuh bagi penderita GERD bila dilakukan bijak.
Kunci utamanya adalah disiplin pola makan dan istirahat cukup.
Dengan langkah sederhana, ibadah tetap lancar dan lambung tetap tenang. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








