Belajar Puasa Sejak Dini: Panduan Religi dan Kesehatan untuk Anak di Bulan Ramadhan

AKURAT JAKARTA - Bulan Ramadhan selalu disambut dengan suka cita oleh umat Islam di seluruh dunia.
Selain menjadi momen ibadah, Ramadhan juga menjadi waktu belajar puasa bagi anak-anak.
Banyak orang tua bertanya, kapan waktu yang tepat mengajari anak berpuasa.
Dalam ajaran Islam, puasa diwajibkan setelah anak baligh atau dewasa secara syariat.
Namun pembiasaan ibadah dapat dimulai sejak usia dini secara bertahap dan bijak.
Pendekatan ini penting agar anak memahami makna puasa tanpa merasa terpaksa.
Baca Juga: Puasa Bukan Halangan! Simak 5 Cara Tetap Produktif Selama Ramadhan
Pada usia 3 hingga 5 tahun, anak masih dalam tahap pengenalan.
Orang tua dapat mengenalkan konsep puasa dengan bahasa sederhana dan lembut.
Anak bisa diajak sahur bersama agar merasakan suasana Ramadhan sejak kecil.
Baca Juga: Tak Perlu Skincare Mahal, Coba Ramuan Pagi Ini untuk Atasi Jerawat Membandel dalam 7 Hari
Mereka juga dapat ikut berbuka bersama tanpa kewajiban menahan lapar.
Tujuannya bukan menahan diri, tetapi menumbuhkan rasa senang pada ibadah.
Memasuki usia 5 hingga 7 tahun, anak mulai dapat berlatih puasa ringan.
Baca Juga: Biar Puasa Lancar, Berikut Ini 3 Pantangan dan 3 Anjuran Makanan Sahur
Latihan puasa bisa dilakukan setengah hari hingga waktu dzuhur atau ashar.
Durasi puasa disesuaikan dengan kondisi fisik dan kesiapan mental anak.
Pada tahap ini, peran orang tua sangat penting untuk memberi semangat.
Usia 8 hingga 10 tahun menjadi masa peningkatan latihan puasa.
Anak mulai dibiasakan berpuasa lebih lama sesuai kemampuannya.
Sebagian anak mungkin sudah mampu berpuasa penuh dengan pengawasan.
Namun orang tua tetap perlu memperhatikan tanda lemas atau dehidrasi.
Saat usia 11 tahun ke atas, anak umumnya lebih siap secara fisik dan mental.
Meski demikian, kondisi kesehatan tetap harus menjadi perhatian utama.
Baca Juga: Tak Hanya Berbagi Takjil, Ini 4 Kegiatan Sosial yang Bisa Dilakukan agar Ramadhan Lebih Bermakna
Anak yang sedang sakit atau kurang gizi tidak boleh dipaksa berpuasa.
Islam mengajarkan bahwa ibadah tidak boleh membahayakan kesehatan.
Dari sisi kesehatan, sahur bergizi sangat membantu daya tahan tubuh anak.
Baca Juga: Minggu Seru, Konser Gratis Juicy Luicy Hari Ini di Mal Jakarta Selatan, Cek di Sini
Pilih makanan kaya serat, protein, dan cukup cairan agar kenyang lebih lama.
Hindari makanan terlalu manis yang cepat membuat anak merasa lapar.
Berikan juga waktu istirahat yang cukup selama bulan Ramadhan.
Baca Juga: Jangan Asal Makan! 5 Sayuran Ini Perlu Dibatasi Penderita Kanker Payudara
Orang tua dianjurkan tidak memaksa anak jika belum siap berpuasa.
Pendekatan yang lembut akan membentuk kesan positif terhadap ibadah.
Apresiasi berupa pujian atau hadiah kecil dapat menambah semangat anak.
Baca Juga: Mau Jantung Lebih Sehat, Ini 5 Makanan yang Wajib Kamu Konsumsi
Dengan cara bertahap, puasa menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan.
Melatih anak berpuasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus.
Puasa mengajarkan kesabaran, empati, dan pengendalian diri sejak dini.
Baca Juga: Rahasia Menyimpan Tempe Supaya Kualitasnya Tetap Terjaga
Dengan bimbingan yang tepat, anak tumbuh sehat secara fisik dan spiritual. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





