Bukan Sekadar Mie Goreng, Ini Filosofi Mie Panjang Umud yang Jarang Diketahui

AKURAT JAKARTA - Setiap perayaan Tahun Baru Imlek, suasana makan bersama terasa lebih hangat dengan aneka makanan khas yang penuh makna.
Di antara semua hidangan, siu mie atau mie panjang umur menjadi salah satu yang paling dinanti.
Bentuknya yang panjang dan utuh bukan tanpa alasan, karena dipercaya melambangkan alur hidup yang panjang tanpa hambatan.
Baca Juga: PIK Sulap Imlek 2026 Jadi Festival Budaya Raksasa, Wajib Kamu Datangi
Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, mie panjang umur menyimbolkan rezeki yang terus mengalir, kebahagiaan, dan kesehatan.
Karena itulah, menyantapnya pada malam pergantian tahun baru diyakini membawa keberkahan sepanjang tahun.
Tradisi ini telah diwariskan turun-temurun dan tetap dijaga hingga sekarang.
Baca Juga: Awal Puasa Tetap Kerja, Tapi Lebaran Liburnya Panjang! Cek Jadwal Lengkapnya
Tak hanya disajikan saat Imlek, siu mie juga kerap hadir di berbagai momen spesial lain seperti ulang tahun, kelahiran, hingga pernikahan.
Setiap perayaan tersebut memiliki benang merah yang sama, yakni doa untuk kehidupan yang lebih baik dan panjang umur.
Jadi, ketika kamu menyantapnya, maknanya jauh lebih dalam dari sekadar makan mie goreng biasa.
Baca Juga: Terkuak, Sejarah Penamaan Virus Nipah dari Desa di Malaysia Bukan India
Secara tampilan, siu mie memiliki ciri khas berupa mie lurus yang panjang dengan tekstur kenyal.
Tekstur ini membuat mie tidak mudah putus saat dimasak maupun disantap.
Cita rasanya gurih karena dipadukan dengan berbagai bahan pelengkap seperti sayuran segar, potongan daging, makanan laut, hingga telur puyuh yang melambangkan kesempurnaan.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! Deretan Libur Panjang 2026 Siap Bikin Kamu Traveling
Menariknya, ada aturan khusus dalam menikmati mie panjang umur.
Sebelum makan, kamu dianjurkan memanjatkan doa sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan untuk tahun yang lebih baik.
Saat menyantapnya pun, mie sebaiknya tidak dipotong atau digigit pendek.
Baca Juga: Mengenal Perbedaan Bunga Bangkai dan Rafflesia, Dua Raksasa Flora Indonesia
Tradisi tersebut menyarankan agar mie diseruput hingga habis dalam keadaan utuh.
Tindakan sederhana ini dipercaya menjaga keberuntungan tetap “panjang” dan tidak terputus.
Selain itu, makan bersama dengan cara yang sama juga mempererat rasa kebersamaan serta keharmonisan keluarga.
Baca Juga: Mengenal Rumput Teki, Gulma Bandel yang Menyimpan Khasiat Herbal
Bagi banyak orang, ritual ini mungkin terlihat sepele.
Namun, di baliknya tersimpan filosofi mendalam tentang harapan hidup yang lancar, rezeki berlimpah, dan hubungan keluarga yang hangat.
Jadi, saat kamu kembali menikmati seporsi mie panjang umur di perayaan Imlek berikutnya, ingatlah bahwa setiap helainya membawa doa baik untuk masa depanmu. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









