Jakarta

Membuka Skandal Sejarah Kakek Buyut yang Pro Jepang, Aktris Ha Young Minta Maaf

Aisya Nur Aziza | 20 Agustus 2026, 20:52 WIB
Membuka Skandal Sejarah Kakek Buyut yang Pro Jepang, Aktris Ha Young Minta Maaf
Ha Young minta maaf soal kontroversi sejarah keluarganya baru-baru ini pada Rabu, (12/8/2026). - X

AKURAT JAKARTA — Aktris utama drama Our Sticky Love, Ha Young, kini berada di tengah pusaran kontroversi publik.

Gelombang kritik tajam mengemuka setelah ia menceritakan silsilah keluarganya dalam program TV KBS2 Problem Child in House, yang berujung pada terungkapnya rekam jejak kakek buyutnya sebagai tokoh pro-Jepang di era kolonial.

Baca Juga: Dari Peran Pembantu Hingga Bintang Utama, Aktris Ha Young Kini Terancam Boikot Buntut Skandal Sejarah

Baca Juga: Gara-Gara Silsilah Kakek Buyut, Ha Young Didepak dari Agenda Promosi dan Diserbu Netizen

Ha Young Rilis Permohonan Maaf Bertuliskan Tangan

Guna meredam situasi yang kian memanas, Ha Young merilis surat terbuka bertuliskan tangan.

Ia menyampaikan penyesalan mendalam karena kerap membicarakan kakek buyutnya sebagai sosok kebanggaan tanpa memahami rekam jejak sejarah secara utuh.

Aktris tersebut mengakui kekeliruannya dan menyatakan bahwa kelalaiannya dalam memverifikasi data sejarah juga memicu kesalahan tanggapan awal dari pihak agensi.

Melalui pernyataan resminya, Ha Young berkomitmen untuk menelusuri kembali sejarah keluarganya, mempelajari sejarah perjuangan bangsa secara lebih mendalam, serta memberikan penghormatan nyata kepada para pejuang kemerdekaan Korea melalui tindakan di masa mendatang.

Berikut adalah permintaan maaf Ha Young yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia:

"Ini Ha Young.

Pertama-tama, saya menundukkan kepala sebagai tanda permintaan maaf atas kekecewaan dan rasa sakit yang saya timbulkan akibat masalah yang berkaitan dengan kakek buyut saya. Baru-baru ini, setelah mengetahui tindakan masa lalu kakek buyut saya, Ahn Sang Ho, saya merenungkan sejarah keluarga saya dengan hati yang berat.

Selama ini, saya hanya mengetahui kehidupan kakek buyut saya secara sepenggal-sepenggal, berdasarkan cerita yang diturunkan dalam keluarga. Sungguh memalukan, saya sempat membicarakannya di berbagai kesempatan seolah-olah beliau adalah sosok kebanggaan keluarga, padahal saya sendiri tidak mengetahui fakta yang sebenarnya.

Melalui kejadian ini, saya menelusuri sendiri dokumen-dokumen terkait dan mengetahui tentang aktivitas pro-Jepang yang dilakukan kakek buyut saya. Saya sangat menyesal karena telah berbicara mengenai sejarah keluarga dengan begitu enteng tanpa memahami secara benar sejarah kelam negara kita di masa penjajahan Jepang.

Selain itu, saat kontroversi ini pertama kali muncul, saya sendiri tidak mengetahui fakta yang sebenarnya, sehingga agensi mengeluarkan pernyataan yang menyebut laporan tersebut 'tidak berdasar'. Saya mengakui bahwa kelalaian sayalah yang menyebabkan pernyataan keliru tersebut disampaikan tanpa verifikasi yang memadai. Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kebingungan dan luka yang ditimbulkan akibat hal ini.

Saya juga memohon maaf berulang kali atas keterlambatan saya dalam menyampaikan sikap saya; saya merasa sangat terguncang dan kesulitan menentukan cara terbaik untuk menyampaikan permintaan maaf yang tulus mengingat betapa seriusnya situasi ini.

Saya menyadari bahwa ketidaktahuan saya mengenai hal-hal tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan atau memandang remeh sejarah itu. Saya menerima kesalahan tersebut dengan hati yang berat dan, sebagai keturunannya, saya menyampaikan permintaan maaf yang tulus. Saya merasa semakin menyesal karena telah menimbulkan masalah akibat kekurangan saya, terlebih lagi menjelang Hari Kemerdekaan.

Saya akan menyimpan kejadian ini dalam ingatan saya. Saya akan mempelajari sejarah keluarga dan era tersebut dengan saksama, serta bersikap lebih berhati-hati terhadap sejarah di masa mendatang. Lebih jauh lagi, saya akan mendalami sejarah kita dan berupaya semaksimal mungkin untuk menunjukkan rasa hormat kepada para pejuang kemerdekaan serta semua orang yang telah mengabdikan diri demi pembebasan dan kesejahteraan negara kita. Saya akan membuktikan hal ini tidak hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata.

Sekali lagi, saya memohon maaf yang tulus kepada semua pihak yang merasa khawatir akibat kejadian ini.

Hormat saya,

Ha Young."

(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.