Lagu Lawas Era 1980-an Kembali Naik Panggung, Synchronize Fest 2026 Satukan Dua Generasi

AKURAT JAKARTA - Lagu-lagu pop kreatif Indonesia era 1980-an akan kembali mendapat panggung di tengah perkembangan musik masa kini.
Melalui Synchronize Fest 2026, karya-karya yang pernah populer lewat Vina Panduwinata, Chrisye, Utha Likumahuwa, hingga Oddie Agam akan diperkenalkan kembali melalui penampilan sejumlah musisi lintas generasi.
Pertunjukan spesial bertajuk The Best of 80’s Indonesian Pop Kreatif ini dijadwalkan berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta.
Kehadirannya menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa lagu lama tidak harus berhenti sebagai kenangan, tetapi masih bisa dinikmati melalui interpretasi baru.
Musisi Masa Kini Hidupkan Karya Era 1980-an
Pertunjukan ini melibatkan sejumlah penyanyi masa kini, yaitu Ardhito Pramono, Isyana Sarasvati, Teddy Adhitya, Teza Sumendra, Agatha Pricilla, Ify Alyssa, dan Sivia.
Mereka akan membawakan kembali lagu-lagu pop kreatif yang mewarnai industri musik Indonesia pada dekade 1980-an.
Sajian tersebut dipimpin oleh Nikita Dompas, yang bertanggung jawab mengarahkan aransemen untuk menghadirkan nuansa baru pada karya-karya tersebut.
Musik pop kreatif era 1980-an dikenal melalui melodi yang kuat, karakter aransemen yang khas, serta penggunaan synthesizer.
Ciri-ciri tersebut membuatnya memiliki identitas tersendiri di tengah perkembangan musik Indonesia.
Baca Juga: Konser BIGBANG di Singapura Dibayangi Kabut Asap, Penggemar Diminta Siapkan Masker
Ketika dibawakan oleh penyanyi generasi sekarang, lagu-lagu tersebut berpeluang menjangkau pendengar yang sebelumnya belum akrab dengan karya para musisi era 1980-an.
Di sisi lain, pendengar lama dapat kembali menikmati lagu favorit mereka dalam pendekatan musikal yang berbeda.
Ketika Lagu Lama Bertemu Pendengar Baru
Salah satu tantangan dalam merayakan musik lintas generasi adalah menjaga agar karya lama tetap menarik tanpa kehilangan identitasnya.
Lagu yang populer puluhan tahun lalu memiliki konteks zamannya sendiri, tetapi kekuatan melodi dan karakter musikal dapat membuatnya tetap relevan bagi pendengar baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 4Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 5Prediksi Skor RB Leipzig vs PSV Eindhoven di UCL, 14 Oktober 2026: Mampukah Die Roten Bullen Melanjutkan Pesta Gol?
- 6Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 7Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 8Prediksi Skor Rennes vs OFI Crete di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Les Rouge et Noirs Akhiri Perlawanan Kejutan Tim Yunani?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






