Jakarta

Zaki Iskandar dan Komitmennya Untuk Sepak Bola Indonesia, Catatan Seorang Pecinta Olahraga

M Rahman Akurat | 6 Agustus 2024, 12:10 WIB
Zaki Iskandar dan Komitmennya Untuk Sepak Bola Indonesia, Catatan Seorang Pecinta Olahraga

AKURAT JAKARTA - Siapa yang tidak kenal dengan Ahmed Zaki Iskandar, mantan Bupati Kabupaten Tangerang dua periode. Dia sebagai sosok politisi yang juga pecinta sepak bola.

Ia mulai banyak dikenal oleh pecinta sepakbola sejak dipilih menjadi Manager Tim Nasional U16 dan U-20 .

Terlebih ketika Timmas U16 juara 3 Piala AFF dan U19 Juara 1 Piala AFF U19 nama beliau semakin di kenal. Padahal beliau “orang lama” di bola bahkan lebih jauh di dunia Olahraga.

Pernah Menjadi Ketua PSSI Kabupaten Tanggerang, Ketua Perbasi Banten dan juga salah satu pemilik Persita Tanggerang.

Baca Juga: 8 Alasan Kenapa Mengucapkan Ulang Tahun untuk Anak Menjadi Hal Penting untuk Orangtua

Salah satu bukti tangan dingin Zaki Iskandar di bidang olahraga ialah mentransformasikan Persita menjadi klub profesional.

Bukan isapan jempol bahwa klub Persita tidak lagi mendapatkan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang karena sudah dikelola secara profesional, layaknya tim-tim mapan di mancanegara.

Zaki sendiri pada 2008 saya dipercaya menjadi Pembina Persita yang sudah tidak lagi menggunakan APBD dan mulai mentransformasikan dirinya menjadi klub profesional yang awalnya kita lakukan dari struktur kelembagaannya terlebih dahulu.

Kemudian pada 2013, berdasarkan kesepakatan dengan Persita, Pemkab Tangerang mulai membangun Sports Centre Kelapa Dua (kerap juga disebut Benteng Taruna) secara bertahap.

Pembangunan stadium ini menelan anggaran daerah sekitar Rp280 miliar dengan fasilitas berupa stadion berkapasitas 20.000 penonton, running track, GOR kapasitas 1.500 orang, lapangan softball, hingga wall climbing.

Pada 2017, Persita mulai mengelola Sports Centre yang diberi nama Indomilk Arena Stadium bekerja sama dengan Indofood serta menjadi satu-satunya klub sepak bola Indonesia yang memiliki stadion sendiri.

Perubahan identitas stadion ini menjadi torehan sejarah untuk Persita dan sepak bola Indonesia, mengingat belum pernah ada nama stadion sepak bola di Indonesia yang menggunakan branding sponsor sebagai naming brand. 

Baca Juga: Siaga 2, Ratusan Orang Tewas dan Ribuan Lainnya Luka-luka Imbas Demo di Bangladesh

Hal ini membuat klub berjuluk Pendekar Cisadane tersebut menyejajarkan diri dengan kebiasaan penamaan stadion seturut kerja sama dengan sponsor, yang lazim dilakukan di industri sepak bola dunia.

Seperti markas Juventus bernama Allianz Stadium, markas Arsenal bernama Emirates Stadium, dan markas Manchester City bernama Etihad Stadium.

Tidak hanya itu, dalam kerja sama Sports Centre ini dengan perusahaan pemilik Persita dengan konsep pengelolaan jangka panjang.

Di Indonesia, beban pemeliharaan kembali ke APBD setelah dibangun. Jadi, dengan begitu infrastruktur yang dibangun pemda tidak lagi membebani APBD untuk biaya perawatan dan pemeliharaan.

Kerja sama tersebut menguntungkan kedua belah pihak. Pemda mendapatkan aset tambahan dari pembangunan yang dilakukan Persita serta pajak hiburan.

Begitu juga dengan Persita yang dapat menyewakan fasilitas dalam stadium untuk digunakan secara umum, sedangkan bagi perusahaan sponsor yakni Indofood dapat melakukan branding produk.

Baca Juga: 6 Hal yang Membuat Jeruk Bisa Menjaga Kesehatan Jantung

Kecintaan Zaki terhadap sepakbola sudah lahir sejak kecil. Baginya sepakbola bukan hanya sebagai olahraga atau hiburan yang sangat luar biasa, tetapi lebih dari semua itu.

Zaki melihat ada cerita kehidupan itu pasti ada di setiap pertandingan sepak bola, termasuk filosofi kerja keras, bersama gotong royong satu tim Solid dan lain sebagainya.

Hal itu terbukti saat menjabat Zaki sebagai bupati Tangerang selama dua periode, Zaki juga telah membangun sarana serta prasarana olahraga, seperti 29 stadion mini dan 12 GOR mini di setiap kecamatan.

Tidak hanya infrastruktur, Zaki juga menginisasi Tangerang Junior League agar menghasilkan bibit-bibit muda pesepakbola Indonesia.

Turnamen itu di selenggarakan setiap tahun kompetisi Tangerang Junior League di lebih dari 12 kecamatan untuk memutar roda perekonomian sekitar.

Dalam memanage Timnas U16 dan U19, Zaki juga terlihat sangat berkomitmen untuk memastikan pembinaan u-20 timnas dan u-16 atau u-17 sesuai dengan konsep dari Shin Tae-Yong dan Erick Thohir.

Ini modal besar agar Timnas dari kelompok umur sampai senior memiliki skema dan pola yang sama.

Kita berharap Garuda muda dibawa tangan dingin beliau sebagai manager bisa lebih berprestasi lagi kedepanya. (*)

*Oleh : M Fauzan Irvan, Penggemar Sepakbola

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.