Veda Ega Finis Ke-21 di FP2, Tetap Optimistis Hadapi Kualifikasi Moto3 Italia 2026 Karena Lolos Langsung ke Q2
AKURAT JAKARTA — Pembalap muda asal Indonesia, Veda Ega Pratama, baru saja menyelesaikan sesi Free Practice 2 (FP2) Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello pada Sabtu (30/5/2026).
Sayangnya, sesi ini berakhir dengan sedikit mengecewakan, karena Veda harus puas menempati posisi ke-21.
Meski hasil latihan bebas kedua ini kurang memuaskan, asa dan optimisme pembalap tanah air ini tidak surut menjelang sesi kualifikasi krusial.
Baca Juga: Rano Karno Sebut Perputaran Ekonomi Jakarta dari Akhir 2025 hingga Lebaran 2026 Tembus Rp67 Triliun
Sempat Tembus 10 Besar di Mugello
Sirkuit Mugello yang legendaris dikenal memiliki karakter trek yang sangat menantang bagi para pembalap.
Di awal sesi FP2, Veda sebenarnya sempat menunjukkan performa yang menjanjikan.
Ia sempat merangsek naik ke posisi ke-11 bahkan menembus jajaran 10 besar pembalap tercepat.
Sepanjang sesi, Veda juga terlibat persaingan sengit di lintasan dengan rival regionalnya, Hakim Danish asal Malaysia.
Namun, ketatnya kompetisi di menit-menit akhir membuat posisi Veda terus tergeser hingga melorot ke urutan 21 saat bendera finis dikibarkan.
Baca Juga: Legislator Golkar Dadiyono: Perda Pembangunan Keluarga Harus Jadi Alat Perlindungan Masyarakat
Di sisi lain, Hakim Danish berhasil menutup sesi di posisi ke-17.
Sementara posisi puncak FP2 dikuasai oleh pembalap Spanyol, Alvaro Carpe, dengan catatan waktu tajam 1 menit 55,052 detik.
Posisi kedua disusul oleh Ruche Moodley dan Rico Salmela di posisi ketiga.
Modal Berharga dari Sesi Hari Jumat
Walau terlempar dari 20 besar di FP2, pembalap muda berbakat ini punya modal kuat untuk tetap percaya diri.
Pada sesi Practice yang digelar hari Jumat kemarin, Veda membuat kejutan besar dengan berhasil finis di posisi ke-9.
Hasil impresif tersebut otomatis mengamankan tiket bagi Veda untuk langsung melenggang ke babak kualifikasi kedua (Q2).
Pencapaian ini menjadi lompatan besar bagi Veda yang sempat kesulitan pada sesi FP1 yang berlangsung dalam kondisi basah akibat guyuran hujan.
Saat itu, Veda terdampar di posisi ke-20 karena harus beradaptasi pertama kalinya dengan trek basah Mugello.
Namun, begitu lintasan mengering pada sesi siang hari Jumat, ia langsung membuktikan tajinya dengan menembus posisi sembilan besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






