Jakarta

Jelang Bulan Ramadan 1447 H, Ketua DPD Golkar DKI Ahmed Zaki Ajak Masyarakat Bersihkan Hati dari Fitnah dan Hoaks

Yusuf Doank | 5 Februari 2026, 09:37 WIB
Jelang Bulan Ramadan 1447 H, Ketua DPD Golkar DKI Ahmed Zaki Ajak Masyarakat Bersihkan Hati dari Fitnah dan Hoaks

AKURAT JAKARTA - Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H, Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar, mengajak masyarakat untuk membersihkan hati dari kebiasaan negatif yang kini banyak berkembang di tengah derasnya arus media sosial.

Ajakan itu disampaikan Zaki dalam acara peringatan Isra Mikraj dan Nisfu Syaban yang digelar di Masjid Al-Akbar Kantor DPD Golkar DKI Jakarta, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Zaki menyoroti maraknya perilaku yang mengarah pada adu domba digital seperti membuka aib orang, menyebarkan fitnah, hingga bergulirnya hoaks.

Baca Juga: Gelar Isra Miraj dan Nisfu Syaban, DPD Golkar DKI Ajak Masyarakat Manfaatkan Teknologi Secara Bijak

Menurutnya, karakter masyarakat kini banyak dipengaruhi oleh pola konsumsi informasi yang tidak sehat.

"Sekarang masyarakat itu demen ngorek-ngorek aib orang. Belum puas, dicari terus. Aib, fitnah, hoaks, bully—semua itu yang justru dinikmati," kata Zaki.

Zaki mengingatkan bahwa budaya tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Islam, terlebih ketika umat memasuki persiapan spiritual menuju Ramadan.

Baca Juga: Zaki Iskandar: Kantor DPD Golkar DKI Terbuka Luas untuk Pembinaan Masyarakat Lewat Kegiatan Keagamaan

Ia mengajak jamaah dan masyarakat luas untuk menjadikan momentum ini sebagai titik balik memperbaiki diri.

"Menjelang Ramadan, hati kita disucikan semua. Dibersihkan dari urusan dunia, urusan fitnah, hoaks, dengki, iri, syirik. Agar kita bisa menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya dengan hati yang bersih, suci, dan pikiran yang tenang," ujarnya.

Zaki juga mengaitkan fenomena tersebut dengan tantangan era digital yang menyebabkan perubahan perilaku sosial.

Menurutnya, media sosial seperti pedang bermata dua—bisa membawa kebaikan namun juga membuka peluang besar bagi penyebaran kebencian.

Mantan Bupati Tangerang dua periode itu menambahkan bahwa manusia tidak akan pernah selesai mengejar urusan dunia. Karena itu, penting untuk kembali menata niat dan prinsip hidup, terutama menjelang datangnya bulan yang penuh ampunan.

"Kalau manusia ngejar-ngejar dunia mah luar biasa, enggak ada habisnya. Tapi Ramadan ini kesempatan kita untuk kembali fokus pada ibadah dan memperbaiki diri," tutur Zaki.

Terakhir, Zaki berharap masyarakat Jakarta dijauhkan dari segala musibah dan marabahaya, serta dapat menjalani Ramadan dengan ketenangan dan keberkahan.

"Semoga kita semua diberi kesehatan, umur panjang, dan bisa menjalankan Ramadan dengan penuh keberkahan," ucapnya. (*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y