Jakarta

Jadi Timses Capres-Cawapres, Habib Luthfi, Khofifah hingga Nusron Wahid Dinonaktifkan dari Pengurus PBNU, Total Ada 63 Pengurus

Sastra Yudha | 22 Januari 2024, 13:50 WIB
Jadi Timses Capres-Cawapres, Habib Luthfi, Khofifah hingga Nusron Wahid Dinonaktifkan dari Pengurus PBNU, Total Ada 63 Pengurus

AKURAT JAKARTA - Menjelang Piemilihan Presiden (Pilpres) pada tanggal 14 Februari 2024 bulan depan, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan bersih-bersih internal.

Sebanyak 63 pengurus harian dan pleno dinonaktifkan dari kepengurasan PBNU, karena terlibat dalam politik praktis.

Mereka menjadi caleg maupun jadi tim sukses (timses) pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Kebijakan penonaktifan 63 pengurus ini tercantum dalam Surat Keputusan (SK) PBNU Nomor 285/PB.01/A.II.01.08/99/01/2024.

Baca Juga: Admin Akun X Kemhan RI Salah Pencet Usai Pasang Hastag #PrabowoGibran2024, Langsung Digeruduk Warganet

Wakil Ketua Umum PBNU Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi, Amin Said Husni, mengungkapkan bahwa berdasarkan SK Nomor 285/PB.01/A.II.01.08 /99/01/2024 terdapat 63 nama fungsionaris yang dinonaktifkan dari jajaran Pengurus Harian dan Pleno PBNU.

"Mereka tersebar di beberapa partai dan menjadi tim sukses semua calon presiden. Ada yang menjabat sebagai mustasyar, pengurus harian syuriyah dan tanfidziyah, a'wan syuriyah, hingga pengurus badan otonom dan lembaga," kata Amin Said Husni di Jakarta, Minggu 21 Januari 2024.

Amin Said mengungkapkan, penonaktifan fungsionaris PBNU ini dilakukan sejak tanggal penetapan hingga dengan selesainya proses Pemilu 2024.

"Mayoritas nama sudah mengajukan izin cuti atau nonaktif sejak ada penetapan dari KPU (Komisi Pemilihan Umum). Surat keputusan ini sebagai penegasan dari PBNU atas permohonan nonaktif mereka," kata mantan bupati Bondowoso itu.

Baca Juga: 10 Etika Berdebat yang Sempat Disinggung Cak Imin Kala Ditanya Soal Lithium Ferro Phosphate oleh Gibran

Berikut sejumlah nama tersohor di kepengurusan PBNU yang dinonaktifkan:

1. Anggota Wantimpres Habib Luthfi bin Yahya (Timses Prabowo-Gibran)

2. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Timses Prabowo-Gibran)

3. Ketua Umum Ikatan Sarjana NU, Ali Masykur Musa (Timses Prabowo-Gibran)

4. Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian NU, Nusron Wahid (Timses Prabowo-Gibran)

5. Mantan gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru (Timses AMIN)

6. KH Ma’shum Faqih (Timses AMIN)

7. Ketua Umum Jam'iyatul Qurra' wal Huffadz, Saifullah Ma'shum (Timses AMIN)

8. Ketua Umum Persatuan Guru NU, KH Asep Saifuddin Halim (Timses AMIN).

9. Mantan Menristek Muhammad AS Hikam (Timses Ganjar-Mahfud MD).

10. KH Mustofa Aqil Siradj (Timses Ganjar-Mahfud)

11. Ketua Lembaga Takmir Masjid NU, Nasyirul Falah Amru (Timses Ganjar-Mahfud)

12. Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis PBNU, Yenny Wahid (Timses Ganjar-Mahfud)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.