Jadi Timses Capres-Cawapres, Habib Luthfi, Khofifah hingga Nusron Wahid Dinonaktifkan dari Pengurus PBNU, Total Ada 63 Pengurus

AKURAT JAKARTA - Menjelang Piemilihan Presiden (Pilpres) pada tanggal 14 Februari 2024 bulan depan, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan bersih-bersih internal.
Sebanyak 63 pengurus harian dan pleno dinonaktifkan dari kepengurasan PBNU, karena terlibat dalam politik praktis.
Mereka menjadi caleg maupun jadi tim sukses (timses) pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.
Kebijakan penonaktifan 63 pengurus ini tercantum dalam Surat Keputusan (SK) PBNU Nomor 285/PB.01/A.II.01.08/99/01/2024.
Wakil Ketua Umum PBNU Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi, Amin Said Husni, mengungkapkan bahwa berdasarkan SK Nomor 285/PB.01/A.II.01.08 /99/01/2024 terdapat 63 nama fungsionaris yang dinonaktifkan dari jajaran Pengurus Harian dan Pleno PBNU.
"Mereka tersebar di beberapa partai dan menjadi tim sukses semua calon presiden. Ada yang menjabat sebagai mustasyar, pengurus harian syuriyah dan tanfidziyah, a'wan syuriyah, hingga pengurus badan otonom dan lembaga," kata Amin Said Husni di Jakarta, Minggu 21 Januari 2024.
Amin Said mengungkapkan, penonaktifan fungsionaris PBNU ini dilakukan sejak tanggal penetapan hingga dengan selesainya proses Pemilu 2024.
"Mayoritas nama sudah mengajukan izin cuti atau nonaktif sejak ada penetapan dari KPU (Komisi Pemilihan Umum). Surat keputusan ini sebagai penegasan dari PBNU atas permohonan nonaktif mereka," kata mantan bupati Bondowoso itu.
Berikut sejumlah nama tersohor di kepengurusan PBNU yang dinonaktifkan:
1. Anggota Wantimpres Habib Luthfi bin Yahya (Timses Prabowo-Gibran)
2. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Timses Prabowo-Gibran)
3. Ketua Umum Ikatan Sarjana NU, Ali Masykur Musa (Timses Prabowo-Gibran)
4. Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian NU, Nusron Wahid (Timses Prabowo-Gibran)
5. Mantan gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru (Timses AMIN)
6. KH Ma’shum Faqih (Timses AMIN)
7. Ketua Umum Jam'iyatul Qurra' wal Huffadz, Saifullah Ma'shum (Timses AMIN)
8. Ketua Umum Persatuan Guru NU, KH Asep Saifuddin Halim (Timses AMIN).
9. Mantan Menristek Muhammad AS Hikam (Timses Ganjar-Mahfud MD).
10. KH Mustofa Aqil Siradj (Timses Ganjar-Mahfud)
11. Ketua Lembaga Takmir Masjid NU, Nasyirul Falah Amru (Timses Ganjar-Mahfud)
12. Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis PBNU, Yenny Wahid (Timses Ganjar-Mahfud)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


