Buruan! Tiket Kereta Diskon 30 Persen Masih Tersedia hingga 31 Juli 2025

AKURAT JAKARTA - Kamu masih punya waktu hingga 31 Juli 2025 untuk menikmati diskon tiket Kereta Api Ekonomi Komersial sebesar 30 persen.
Promo yang diluncurkan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) ini berlaku untuk perjalanan selama periode 5 Juni hingga 31 Juli 2025.
Hingga Jumat (11/7/2025) pukul 09.00 WIB, sudah terjual 2.648.993 tiket dari total 3.529.612 kursi yang tersedia, atau sekitar 75 persen okupansi.
Baca Juga: Dari ISDI Hingga Eko Nugroho, Pameran Seni Terasi 2025 Angkat Keberagaman Kreatif
Menurut Anne Purba, Vice President Public Relations KAI, program ini tidak hanya sekadar promosi, melainkan bentuk nyata kontribusi KAI untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendukung pemulihan ekonomi nasional.
“Transportasi yang inklusif adalah fondasi pembangunan merata. Dengan tarif yang terjangkau, kami ingin memperkuat konektivitas dan membuka akses bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Program ini juga menjadi stimulus mobilitas masyarakat, agar tetap bisa bepergian untuk keperluan kerja, sekolah, wisata, atau kegiatan sosial lainnya.
Bagi kamu yang belum mendapatkan tiket, masih tersedia cukup banyak kursi di beberapa rute favorit, seperti:
-
KA Tambahan Lempuyangan – Pasarsenen
-
KA Tambahan Solo – Pasarsenen
-
KA Lodaya Tambahan (Solo – Bandung)
-
KA Batavia (Gambir – Solo)
-
KA Sancaka (Surabaya – Yogyakarta), dan lainnya.
Baca Juga: Tiket Masuk TMII dan Ancol di Hari Terakhir Libur Sekolah, Mana yang Lebih Hemat? Cek Di Sini!
Kamu bisa memesan tiket promo ini melalui aplikasi Access by KAI atau website resmi booking.kai.id.
"Setiap kursi kereta adalah peluang untuk bertemu keluarga, mengembangkan usaha, atau menjelajahi tempat baru," tutur Anne lagi.
Dengan harga yang lebih terjangkau, transportasi kereta api tak hanya jadi pilihan cerdas, tetapi juga memberi dampak langsung bagi sektor UMKM, pariwisata, dan perekonomian lokal. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









