Jakarta

De Tjolomadoe, Napak Tilas Pabrik Gula Bersejarah yang Berubah Jadi Ikon Wisata Modern

Zainal Abidin | 28 Januari 2026, 16:00 WIB
De Tjolomadoe, Napak Tilas Pabrik Gula Bersejarah yang Berubah Jadi Ikon Wisata Modern

AKURAT JAKARTA - Karanganyar selama ini dikenal lewat wisata alamnya, mulai dari pegunungan hingga air terjun yang menawan dan menyegarkan mata.

Namun, daerah ini juga memiliki destinasi wisata sejarah yang tak kalah menarik dan sarat nilai budaya, yaitu De Tjolomadoe.

Bangunan megah ini merupakan bekas Pabrik Gula Colomadu yang berdiri sejak tahun 1861 dan masih kokoh hingga sekarang.

Baca Juga: 7 Destinasi Wisata Indoor di Jakarta yang Aman Dikunjungi Saat Musim Hujan

De Tjolomadoe terletak di Jalan Adi Sucipto No.1, Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, dengan akses yang mudah dijangkau.

Bekas pabrik gula ini dibangun oleh Mangkunegara IV dan pernah menjadi salah satu pabrik gula terbesar di Asia pada masanya.

Pada periode 1925 hingga 1930, Pabrik Gula Colomadu bahkan tercatat sebagai pengekspor gula terbesar kedua di dunia.

Baca Juga: Viral dan Jadi Buruan Wisatawan, Ternyata Planet Bromo Menyimpan Risiko Tersembunyi

Sayangnya, kejayaan tersebut harus berhenti pada tahun 1998 ketika aktivitas produksi gula resmi dihentikan sepenuhnya.

Setelah sempat terbengkalai, pabrik ini kemudian direvitalisasi dan diresmikan kembali pada tahun 2017 oleh sejumlah BUMN.

Sejak saat itu, namanya berubah menjadi De Tjolomadoe dan difungsikan sebagai destinasi wisata heritage modern.

Baca Juga: Jagat Satwa Nusantara TMII, Pilihan Wisata Keluarga Seru, Nyaman, dan Edukatif

Kini, De Tjolomadoe tampil dengan konsep kekinian tanpa menghilangkan nilai sejarah dan arsitektur kolonialnya.

Bangunan luas dengan cerobong asap tinggi menjadi daya tarik utama yang langsung menyambut pengunjung sejak pintu masuk.

Lorong-lorong pabrik dapat dijelajahi dengan nyaman karena sudah dilengkapi pendingin ruangan yang membuat suasana tetap sejuk.

Baca Juga: Empat Keraton dalam Satu Kota, Inilah Keunikan Cirebon

Di dalam area wisata ini, pengunjung dapat menikmati museum edukatif yang menampilkan proses pengolahan tebu secara detail.

Berbagai foto, mesin asli, dan informasi mengenai hama tanaman tebu disajikan secara rapi dan mudah dipahami.

Wisata ini tidak hanya menawarkan hiburan visual, tetapi juga pengalaman belajar sejarah industri gula di Indonesia.

Baca Juga: Vault Automotive Museum, Surga Wisata Otomotif Vintage di Jakarta Selatan

Bagi yang ingin bersantai, De Tjolomadoe menyediakan Tjolo Koffie dan Besali Cafe dengan nuansa kolonial yang unik.

Pengunjung dapat menikmati hidangan sambil berfoto di berbagai sudut estetik yang tersebar di area seluas 1,3 hektar.

Fasilitas umum seperti toilet, mushola, dan area parkir luas juga tersedia untuk menunjang kenyamanan wisatawan.

Baca Juga: Tangga Ikonik Gunung Galunggung, Tantangan Ringan dengan Panorama Kawah Memikat

Selain wisata dan kuliner, De Tjolomadoe juga dikenal sebagai pusat MICE berkelas internasional di Jawa Tengah.

Terdapat Tjolomadoe Concert Hall berkapasitas 3.000 orang, serta ruang pameran dan pertemuan berkapasitas besar.

Objek wisata ini buka Selasa hingga Minggu pukul 10.00–17.00 WIB, dengan harga tiket masuk Rp30.000 hingga Rp40.000. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.