Pulau Kotok, Surga Bahari Asri dan Rumah Elang Bondol di Utara Jakarta

AKURAT JAKARTA - Pulau Kotok menjadi salah satu permata wisata bahari di Kepulauan Seribu dengan alam yang masih asri, udara sejuk, dan laut biru yang menenangkan hati.
Pulau ini menawarkan pantai berpasir putih yang bersih, berpadu air laut jernih, sehingga cocok dijadikan tempat melepas penat dari hiruk pikuk kota.
Akses menuju Pulau Kotok dapat ditempuh dari Muara Angke menuju Pulau Harapan sekitar tiga jam, lalu dilanjutkan kapal kecil selama 45 menit.
Baca Juga: De Tjolomadoe, Napak Tilas Pabrik Gula Bersejarah yang Berubah Jadi Ikon Wisata Modern
Perjalanan laut yang cukup panjang akan terbayar lunas saat kapal merapat di dermaga kecil dengan panorama pulau yang cantik dan fotogenik.
Wisatawan biasanya langsung mengabadikan momen karena pemandangan laut biru, pepohonan hijau, dan pasir putih terlihat begitu kontras.
Pulau Kotok dikenal sebagai destinasi yang pas untuk berenang, bermain air, hingga melompat dari dermaga dengan suasana yang aman dan menyenangkan.
Baca Juga: Galeri Budaya Tionghoa Indonesia, Destinasi Wisata Budaya Baru di Jakarta
Selain aktivitas air, pengunjung juga dapat menikmati keindahan matahari terbit dan tenggelam yang terlihat jelas dari sisi timur dan barat pulau.
Daya tarik utama Pulau Kotok lainnya adalah keberadaan Pusat Konservasi Elang Bondol yang berdiri sejak tahun 2004 di lahan seluas tiga hektare.
Untuk mengunjungi area konservasi, wisatawan wajib memiliki Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi dari BKSDA DKI Jakarta.
Elang bondol pernah ditetapkan sebagai maskot Jakarta pada masa Gubernur Ali Sadikin dan dikenal luas sebagai simbol kebanggaan ibu kota.
Burung ini juga menjadi maskot Asian Para Games 2018 dengan nama Momo, yang memperkenalkan elang bondol ke kancah internasional.
Elang bondol atau Haliastur indus merupakan satwa dilindungi karena populasinya terancam punah dan dijaga melalui regulasi nasional.
Baca Juga: Anjungan DKI Jakarta TMII: Destinasi Wisata Budaya Betawi dalam Satu Langkah
Saat ini, pusat konservasi menampung 29 ekor elang bondol, sembilan elang laut, dan satu elang kepala abu hasil sitaan dan penyerahan warga.
Elang-elang tersebut dirawat, diberi pakan ikan laut, serta menjalani tahapan suaka, sosialisasi, dan rilis sebelum kembali ke alam.
Pulau Kotok pun menjadi contoh wisata edukatif yang memadukan keindahan alam, rekreasi bahari, dan upaya nyata pelestarian satwa langka. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Skor AS Monaco vs RC Lens di Ligue 1, 19 September 2026: Mampukah Les Monegasques Pertahankan Tren Positif?
- 2Prediksi Skor Espanyol vs Elche di La Liga, 19 September 2026: Misi Los Pericos Bangkit di Kandang
- 3Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 4Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 5Prediksi Skor Monza vs Sassuolo di Serie A, 19 September 2026: Mampukah Biancorossi Hentikan Tren Buruk?
- 6Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Premier League, 19 September 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 7Prediksi Skor Newcastle United vs Hull City di Premier League, 19 September 2026: Misi The Magpies Bangkit dari Kekalahan Telak
- 8Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs Freiburg di Bundesliga, 19 September 2026: Ujian Berat bagi Tuan Rumah
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





