Menjelajah Empat Pasar Tertua Indonesia, Wisata Sejarah yang Tetap Ramai Hingga Sekarang

AKURAT JAKARTA - Pasar tradisional di Indonesia menyimpan banyak cerita panjang tentang budaya, ekonomi, dan kehidupan masyarakat masa lampau.
Beberapa pasar bahkan telah berdiri ratusan tahun dan tetap berfungsi hingga sekarang sebagai pusat perdagangan penting.
Mengunjungi pasar tua bukan sekadar berbelanja, tetapi juga merasakan suasana klasik yang penuh nilai sejarah menarik.
Baca Juga: IIMS 2026 Segera Tiba! Event Wajib bagi Pecinta Otomotif
Berikut ini empat pasar tertua di Indonesia yang masih hidup dan dapat dikunjungi sebagai destinasi wisata sejarah.
1. Pasar Terapung Muara Kuin, Banjarmasin – Berdiri sekitar abad ke-14
Pasar Terapung Muara Kuin merupakan pasar unik yang seluruh aktivitas jual belinya dilakukan di atas permukaan sungai besar.
Baca Juga: Desa Wisata Jatijajar Depok, Destinasi Wisata Alam Menenangkan
Para pedagang menggunakan perahu kecil yang disebut jukung untuk menjual sayur, buah, ikan, dan berbagai hasil kebun lokal.
Pasar ini beroperasi sejak subuh hingga sekitar pukul tujuh pagi sehingga wisatawan harus datang sangat awal.
Sebagian transaksi masih dilakukan dengan cara barter yang membuat suasana pasar terasa sangat tradisional dan alami.
Baca Juga: Delapan Ikon Budaya Betawi yang Wajib Dikenal Warga Jakarta
Pengunjung bisa menyewa kelotok untuk berkeliling sungai sambil menikmati sarapan khas Banjar yang dijual di warung terapung.
2. Pasar Legi Kotagede, Yogyakarta – Berdiri sejak abad ke-16
Pasar Legi Kotagede telah ada bahkan sebelum berdirinya Kerajaan Mataram Islam sehingga memiliki nilai sejarah tinggi.
Baca Juga: Pariwisata Indonesia Bangga! Bukittinggi Bersinar di ASEAN Usai Raih Penghargaan Bergengsi
Bangunan pasar ini ditetapkan sebagai cagar budaya dan tetap dipertahankan keasliannya hingga masa modern sekarang.
Selain kebutuhan pokok, pasar ini terkenal sebagai pusat kuliner tradisional dan kerajinan perak khas daerah Kotagede.
Aktivitas perdagangan berlangsung hampir sepanjang hari sehingga kawasan pasar selalu ramai oleh warga dan wisatawan.
Baca Juga: Kenapa Kota Tua Jakarta Dipilih Jadi Lokasi Syuting Lisa BLACKPINK? Ini Keistimewaannya
3. Pasar Tanah Abang, Jakarta – Didirikan secara resmi pada tahun 1735
Pasar Tanah Abang dibangun oleh saudagar bernama Yustinus Vinck atas izin Gubernur Jenderal Abraham Patras pada masa kolonial.
Sejak dulu kawasan ini dikenal sebagai pusat perdagangan tekstil terbesar dan terus berkembang hingga menjadi pasar modern.
Baca Juga: Panduan Praktis Wisata ke Kota Tua Jakarta agar Liburan Lebih Nyaman
Berbagai jenis pakaian, kain, dan perlengkapan busana dijual dengan harga murah sehingga menarik pembeli dari luar kota.
Pasar ini umumnya buka sejak pagi hingga sore dan selalu dipadati wisatawan yang ingin berburu barang terjangkau.
4. Pasar Beringharjo, Yogyakarta – Berkembang sejak tahun 1758
Baca Juga: Menelusuri Jejak Waktu di House of Tugu, Permata Sejarah Kota Tua Jakarta
Pasar Beringharjo tumbuh tidak lama setelah berdirinya Keraton Yogyakarta dan menjadi pusat ekonomi masyarakat kota.
Nama Beringharjo resmi digunakan pada tahun 1929 dan sejak itu pasar ini terus berkembang sebagai ikon wisata belanja.
Di dalam pasar tersedia batik, oleh-oleh khas, makanan tradisional, hingga berbagai kerajinan tangan buatan warga lokal.
Baca Juga: Keajaiban Desa Jono, Wisata Edukasi Garam Unik dari Tengah Daratan
Setiap musim liburan, pasar ini selalu dipenuhi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman berbelanja ala Yogyakarta.
Keempat pasar tersebut membuktikan bahwa pasar tradisional tetap mampu bertahan di tengah perkembangan zaman modern.
Selain berfungsi sebagai tempat ekonomi, pasar-pasar tua itu juga menjadi warisan budaya yang wajib dijaga bersama.
Baca Juga: Mount Paltry, Gunung Setinggi 7 Sentimeter yang Menghebohkan Dunia
Bagi pencinta wisata sejarah, mengunjungi pasar tertua di Indonesia tentu akan menjadi pengalaman yang sangat berkesan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





