Jakarta

Pendaki Merbabu Harus Menunggu, Ada Pembenahan di Jalur Menuju Kenteng Songo

Anggerhana Denni Rahmawati | 27 Agustus 2026, 08:30 WIB
Pendaki Merbabu Harus Menunggu, Ada Pembenahan di Jalur Menuju Kenteng Songo
Gunung Merbabu ditutup selama sebulan lamanya. - travelspromo.com

AKURAT JAKARTA - Pendaki yang berencana menjajal Gunung Merbabu pada September 2026 perlu kembali mengecek jalur yang akan digunakan.

Pasalnya, dua jalur pendakian, yakni Thekelan dan Wekas, ditutup sementara dengan alasan yang berbeda.

Penutupan tersebut bukan hanya berkaitan dengan agenda tertentu, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melakukan pembenahan jalur pendakian.

Jalur Thekelan ditutup selama satu bulan, mulai Selasa (1/9/2026) hingga Rabu (30/9/2026).

Sementara itu, jalur Wekas hanya ditutup pada Sabtu (5/9/2026).

"Selama masa penutupan, seluruh aktivitas pendakian, camping, maupun kunjungan wisata melalui Jalur thekelan dan Jalur Wekas tidak dapat dilayani," demikian bunyi pengumuman yang diunggah akun Instagram resmi @btn_gn_merbabu, Selasa (25/8/2026).

Bagi pendaki, penutupan tersebut tentu berarti harus menunda perjalanan atau mempertimbangkan jalur lain yang masih dibuka.

Namun, ada hal penting di balik penutupan Thekelan selama sebulan.

Jalur tersebut akan digunakan untuk kegiatan penataan dan pemeliharaan oleh organisasi Karang Taruna Ngudi Luhur Dusun Thekelan.

Salah satu pekerjaan yang akan dilakukan adalah pemasangan tali pada titik-titik yang dianggap rawan.

Baca Juga: Jangan Sampai Salah Kemas! Sistem Bagasi Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September

Pemasangan ini berada di area antara Pos 4 hingga Puncak Kenteng Songo dengan panjang kurang lebih 500 meter.

Dengan adanya tali tersebut, jalur di bagian yang membutuhkan perhatian lebih diharapkan menjadi lebih aman bagi pendaki ketika kembali dibuka.

Pembenahan juga tidak berhenti pada aspek keselamatan.

Pengelola akan melakukan pembersihan sampah di sepanjang jalur pendakian dan kawasan camping.

Langkah tersebut menjadi penting karena aktivitas pendakian tidak hanya menyangkut keselamatan manusia, tetapi juga kondisi lingkungan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.