Blok M Tak Lagi Cuma Tempat Nongkrong, Kini Jadi Incaran Wisatawan Malaysia

AKURAT JAKARTA - Kawasan Blok M di Jakarta Selatan menunjukkan bagaimana wajah sebuah kawasan bisa berubah ketika kuliner lokal bertemu dengan kekuatan media sosial.
Dulu lebih dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas anak muda Jakarta, Blok M kini berkembang menjadi destinasi yang menarik perhatian wisatawan mancanegara.
Perubahan tersebut terlihat dari semakin banyaknya wisatawan asing yang memasukkan Blok M dalam daftar kunjungan mereka ketika berada di Jakarta.
Salah satunya wisatawan asal Malaysia yang disebut menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu destinasi favorit untuk berburu kuliner.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Ni Made Ayu Marthini mengatakan popularitas Blok M tidak lagi hanya berasal dari masyarakat lokal.
Menurutnya, kekuatan kuliner yang dipadukan dengan eksposur di media sosial membuat kawasan tersebut semakin dikenal hingga ke luar negeri.
"Blok M menjadi salah satu destinasi yang cukup diminati dan masuk top of the list wisatawan Malaysia ketika datang ke Indonesia, khususnya Jakarta," katanya dalam konferensi pers di Kementerian Pariwisata, Jakarta, Selasa, (15/9/2026).
Salah satu hal yang membuat Blok M menarik adalah keberagaman pilihan makanan.
Wisatawan bisa menemukan sajian khas Indonesia sekaligus berbagai kreasi kuliner baru yang dikemas lebih modern.
Kondisi ini kemudian diperkuat oleh kebiasaan wisatawan mencari referensi perjalanan melalui media sosial.
Baca Juga: Pengajar Indonesia Bisa Mengajar di 12 Negara, Ada 39 Formasi Guru SILN Dibuka untuk Non-ASN
Berbagai konten di Threads, Instagram, hingga TikTok membuat tempat makan di Blok M lebih mudah ditemukan oleh orang yang sebelumnya tidak memiliki keterikatan dengan kawasan tersebut.
Dengan kata lain, wisatawan tidak selalu datang karena mengenal Blok M sebagai sebuah kawasan, tetapi bisa jadi karena terlebih dahulu melihat makanan atau tempat makan yang menarik di media sosial.
Dari sanalah rasa penasaran terhadap kawasan tersebut terbentuk.
Ni Made melihat perkembangan ini sebagai peluang yang masih bisa dikembangkan.
"Menurut kami, ini menjadi salah satu potensi yang bisa kita rangkul, bukan hanya saat ini, tetapi juga ke depan," imbuhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari Pengurus Pokja ke Pimpinan DPRD, Basri Baco Targetkan 13 Kursi dan Tiket Cagub DKI
- 2Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 3Prediksi Skor Schalke 04 vs RB Leipzig di Bundesliga, 31 Oktober 2026: Misi Sulit Royal Blues Menghentikan Dominasi Die Roten Bullen
- 4Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 5Prediksi Skor Levante vs Atletico Madrid di La Liga, 31 Oktober 2026: Ambisi Los Colchoneros Kudeta Puncak Klasemen
- 6Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 7Prediksi Skor Augsburg vs Freiburg di Bundesliga, Sabtu 31 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Hentikan Tren Negatif?
- 8Prediksi Skor Bayer Leverkusen vs Stuttgart di Bundesliga, 31 Oktober 2026: Mampukah Die Werkself Pertahankan Rekor Sempurna?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





