Menyusuri 4 Kuliner Legendaris Jatinegara yang Bikin Kangen

AKURAT JAKARTA - Jatinegara dikenal sebagai salah satu kawasan sibuk di Jakarta Timur yang menyimpan banyak cerita sejarah.
Namun, selain menjadi pusat perdagangan, kawasan ini juga menawarkan kekayaan kuliner yang tak lekang oleh waktu.
Di balik gang-gang sempit dan pasar tradisional, terdapat banyak kuliner legendaris yang telah bertahan puluhan tahun dan tetap jadi favorit hingga kini.
Baca Juga: Jakarta Heritage: Rute Baru Menjelajahi Luasnya Ibu Kota dengan Bus Tingkat Terbuka
Berikut adalah empat kuliner legendaris di Jatinegara yang patut untuk Anda kunjungi.
1. Gado-Gado Encim, Hidden Gem Sejak 1960-an
Terletak di depan Apotek Berkah, Pasar Mester Jatinegara, warung sederhana ini sudah berdiri sejak tahun 1960-an.
Sajian gado-gado di sini terkenal melimpah sayuran segar dengan bumbu kacang istimewa yang terbuat dari campuran kacang mede dan kacang tanah.
Rasa gurihnya benar-benar berbeda dengan gado-gado pada umumnya.
Harganya pun cukup terjangkau, sekitar Rp28.000 per porsi.
Baca Juga: Menyusuri Keindahan Batik di Museum Batik Indonesia TMII
Tak heran jika Gado-Gado Encim disebut sebagai salah satu hidden gem kuliner Jatinegara.
2. Toko Kue Yinsi, Kue Sus yang Melegenda
Masih di kawasan Pasar Jatinegara, ada Toko Kue Yinsi yang sekilas tampak sederhana.
Baca Juga: Rayakan Hari Batik dengan Menjelajahi 7 Destinasi Kampung Batik Nusantara
Namun jangan salah, toko kue ini merupakan salah satu legenda yang terkenal luas oleh kue susnya yang khas.
Kulitnya garing, isian krimnya lembut dan tidak terlalu manis—pas untuk segala usia.
Selain kue sus, Yinsi juga menjual jajanan tradisional lain seperti gohyong dan dimsum yang tak kalah lezat.
Baca Juga: 7 Jalur Kereta Api Terindah di Indonesia yang Wajib Dicoba
Bagi pencinta kue jadul, tempat ini wajib masuk daftar kunjungan.
3. Gelora Bakery, Roti Klasik Tempo Dulu
Berlokasi di Gang Obat, tak jauh dari Gado-Gado Encim, Gelora Bakery sudah eksis sejak tahun 1950-an.
Toko roti ini menawarkan beragam roti klasik dengan cita rasa tempo dulu yang tetap dipertahankan hingga sekarang.
Mulai dari roti manis, roti isi, hingga roti tawar, semuanya dibuat dengan resep tradisional yang membuat pelanggan lama terus kembali.
4. Siomay Wawa, Viral dan Laris Manis
Baca Juga: Festival 5 Danau Kembali Digelar di Solok Sumbar pada 9-11 Oktober 2025, Simak Rangkaian Acaranya!
Siomay legendaris ini bisa ditemukan di Gang Banten, Bali Mester, Pasar Jatinegara.
Siomay Wawa mulai dikenal sejak 1990-an dan kini semakin viral karena banyak diulas di media sosial.
Uniknya, siomay ini terbuat dari campuran ayam dan udang, sehingga tampilannya mirip dimsum.
Baca Juga: Tamananda Lifestyle Park, Destinasi Gaya Hidup Baru di Jakarta Selatan
Disajikan dengan bumbu kacang khas, Siomay Wawa semakin istimewa dengan tambahan ngohiong yang padat dan lembut.
Harga per porsinya berkisar Rp30.000 dan kedai ini buka sejak pukul 05.00 hingga 17.00.
Empat kuliner legendaris ini membuktikan bahwa Jatinegara bukan hanya sekadar kawasan belanja, tetapi juga surga kuliner yang sarat sejarah dan rasa autentik.
Jadi, jika berkunjung ke Jakarta Timur, jangan lupa mampir dan mencicipi sajian legendaris yang telah menemani generasi demi generasi ini.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









