Jakarta

Peringati Hari Buruh 1 Mei, Ribuan Driver Ojol Turun ke Jalan Tolak Grab Hemat, Unjukrasa Meluas dari Jakarta hingga Makassar

Sastra Yudha | 1 Mei 2025, 11:47 WIB
Peringati Hari Buruh 1 Mei, Ribuan Driver Ojol Turun ke Jalan Tolak Grab Hemat, Unjukrasa Meluas dari Jakarta hingga Makassar

AKURAT JAKARTA - Memperingati Hari Buruh Sedunia, ribuan driver ojek online (ojol) berunjukrasa memprotes dan menolak program Grab Hemat atau “Akses Hemat”, Kamis (1/5/2025.

Sebelumnya aksi unjuk rasa terjadi di Jakarta, Cirebon, Bandung, Mataram, Semarang, dan Malang. Hari ini ratusan driver ojol Makassar, Sulawesi Selatan, juga turun ke jalan.

Aksi protes ini dilakukan dalam momen hari buruh internasional 1 Mei 2025. Demonstrasi ini dilakukan oleh komunitas DOBRAK (Driver Online Bersatu Bergerak).

Baca Juga: Simulasi Kredit Mobil Bekas Suzuki Karimun Wagon R GS Bensin MT 2019, DP Cuma Rp8 Juta Segini Cicilannya per Bulan

Mereka menyuarakan penolakan keras terhadap program yang dianggap merugikan mitra driver lantaran tidak adil.

Para driver itu berkumpul di depan kantor Grab Makassar sambil membawa spanduk dan poster berisi tuntutan dihapusnya program “Akses Hemat”.

Program itu dinilai mempersulit mitra karena mengharuskan mereka membayar biaya berlangganan tambahan demi mendapatkan akses prioritas ke orderan.

Salah satu anggota DOBRAK, Herman Musatafa, menegaskan bahwa Grab Hemat tidak sesuai dengan SK Gubernur Sulsel Nomor 2559/XII/Tahun 2022 yang mengatur terkait tarif batas bawah dan batas atas angkutan online.

Dia mengatakan, tarif Grab Hemat berada jauh di batas bawah yang berlaku di provinsi tersebut. Berdasarkan SK tersebut, batas bawah tarif transportasi online di kisaran Rp 5.500 untuk jarak 2 km pertama, serta Rp 5.500 untuk setiap kilometer selanjutnya.

“Kami tegas menolak karena harga yang berlaku pada akses hemat jauh di bawah rasional dan driver pun masih disuruh bayar lagi. Ini seperti sudah jatuh tertimpa tangga pula bagi para driver,” kata Herman.

Dalam kesempatan yang sama, Jenderal Lapangan DOBRAK, Mus Mulyadi menyatakan, skema “Akses Hemat” memperparah beban mitra driver yang selama ini sudah berjuang keras di lapangan.

Baca Juga: Ribuan Buruh Padati Monas di Hari Buruh 2025, Polda Imbau Warga Hindari 9 Titik Ini

“Ini bentuk ketidakadilan terhadap mitra yang seharusnya dilindungi, bukan malah dipersulit,” kaya Mus Mulyadi dalam orasinya. “Bekerja mencari nafkah kok harus bayar dulu?”

“Kami minta Grab menghentikan program ini dan mengembalikan hak kami untuk bekerja secara adil,” katanya.

Rencananya, DOBRAK Makassar akan melakukan aksi ini selama 2 hari berturut-turut, mulai Rabu 30 April hingga Kamis, 1 Mei 2025.

Mereka menegaskan bahwa aksi akan terus berlanjut bila tuntutan tidak direspons serius oleh pihak Grab.

Di hari yang sama, Yogyakarta, komunitas Paseduluran Grab Yogyakarta (PSGY) juga menyampaikan protes dengan cara simbolik: mengirimkan karangan bunga ke kantor Grab Yogyakarta.

Sebelumnya di Jakarta, ratusan pengemudi ojol juga menggelar demonstrasi di kantor pusat Grab di Cilandak, Jakarta pada Jumat 25 April 2025.

Mereka memprotes program Akses Hemat itu menambah beban pengemudi yang sudah harus menghadapi kenaikan biaya operasional harian.

Gelombang protes menolak program GrabBike Hemat juga terjadi di sejumlah wilayah, seperti di Cirebon, Kupang, Solo, Bandung dan Malang.

Baca Juga: Lantik 29 Koordinator Olahraga Kecamatan, Bupati Maesyal Rasyid Minta KOK se-Kabupaten Tangerang Identifikasi dan Bina Potensi Atlet Lokal

Koalisi Ojol Nasional atau KON bahkan secara khusus menyampaikan tuntutan mereka agar program ini dihapus saat melakukan audiensi dengang Badan Aspirasi Masyarakat atau BAM DPR pada Rabu 23 April 2025.

Ketua Presidium KON, Andi Kristiyanto, menjelaskan bahwa layanan Grab Hemat ini muncul dengan skema berbayar dengan nominal variatif antara lain yakni 1-2 trip dengan potongan Rp3.000, lalu 3-4 trip potongan Rp8.500, berikutnya 5-6 trip potongan Rp13.600, lalu 7-9 trip potongan Rp18.000 dan 10 trip ke atas potongan hingga mencapai Rp. 20.000.

"Ini dibayarkan menurut akumulasi jumlah order yang didapat para driver per hari, di luar potongan 15% plus 5% yang sudah ditetapkan Kemenhub dalam KP1001 tahun 2022," katanya katanya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Kamis (1/5/2025) hari ini.

"Potongan sebesar 15% untuk biaya tidak langsung berupa biaya sewa penggunaan aplikasi dan 5% sebagai biaya penunjang dukungan kesejahteraan bagi Mitra driver,” pungkasnya.  (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.