Mic Prabowo Mati saat Pidato di PBB, Kemlu Buka Suara

AKURAT JAKARTA- Mikrofon Presiden Prabowo Subianto sempat mati selama lebih dari satu menit saat menyampaikan pidato tentang Solusi Dua Negara di Markas PBB, New York, pada Senin (22/9) lalu.
Insiden tersebut terjadi di tengah pidato yang menekankan desakan Indonesia untuk menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza.
Dalam pidato berdurasi total enam menit sepuluh detik, mikrofon Prabowo tiba-tiba tidak berfungsi pada satu menit terakhir.
Baca Juga: Prabowo Bertemu Sekjen PBB, Bahas Peran Indonesia dalam Perdamaian Global
Padahal, saat itu ia tengah menyampaikan poin penting mengenai perdamaian.
"Kita harus mengakui Palestina sekarang. Kita harus menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza, dan mengakhiri perang harus menjadi prioritas utama kita. Kita harus mengatasi kebencian, ketakutan. Kita harus mengatasi kecurigaan," ujar Prabowo dalam pidato.
Ia melanjutkan, "Kami siap mengambil bagian dalam perjalanan menuju perdamaian ini. Kami bersedia menyediakan pasukan penjaga perdamaian," lanjutnya.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Melesat Rp41 Ribu, Capai Rp2,16 Juta per Gram
Setelah pernyataan tersebut disampaikan, mikrofonnya mati beberapa saat.
Suara Prabowo baru kembali terdengar di ujung pidato, saat ia menutup pidatonya dengan seruan damai.
"Terima kasih banyak. Damai, damai sekarang, damai segera. Kita butuh perdamaian. Terima kasih banyak," kata Presiden.
Baca Juga: Cuma TDP Rp 19 Juta, Bisa Bawa Pulang Toyota Kijang Innova Zenix 2023 Bekas
Terkait insiden mic mati di tengah pidato Prabowo,
Direktur Informasi Media Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Hartyo Harkomoyo, menjelaskan bahwa insiden ini merupakan bagian dari prosedur forum.
"Setiap negara diberikan kesempatan lima menit untuk berbicara di forum tersebut," kata Hartyo dalam keterangan resmi.
"Apabila pidato lebih dari lima menit, maka mic akan dimatikan," tambahnya.
Menurut Hartyo, suara Prabowo yang tidak terdengar pada video siaran disebabkan oleh pidato yang melebihi batas waktu.
Meskipun begitu, pihak Kemlu memastikan bahwa para delegasi yang hadir di dalam ruangan masih dapat mendengar pidato Presiden dengan jelas.
Sebagai informasi, dalam forum tersebut, Presiden Prabowo berbicara pada urutan kelima setelah pemimpin negara-negara lain seperti Raja Yordania Abdullah II, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, dan Presiden Portugal Marcelo Nuno Duarte Rebelo de Sousa. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 2Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 3Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 5Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 6Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 8Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






