Pertamina Kerek Harga Dex Series, Pertamax Tetap Stabil di Rp12.200 per Liter

AKURAT JAKARTA - Pasar bahan bakar minyak (BBM) nasional kembali mengalami penyesuaian harga di awal November 2025.
Perubahan signifikan terlihat pada produk diesel berkualitas tinggi yang harganya serentak naik di seluruh operator SPBU, termasuk PT Pertamina (Persero).
Kenaikan harga ini kontras dengan pergerakan harga bensin non subsidi di beberapa operator swasta yang justru cenderung turun.
Baca Juga: BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2025 Sedikit di Atas 5,1 Persen
Namun, Pertamina memilih untuk mempertahankan stabilitas harga bensin mereka.
Secara resmi menaikkan harga produk diesel non subsidi, yang dikenal sebagai Dex Series, efektif mulai 1 November 2025. Kenaikan ini mengikuti tren harga minyak mentah global yang memengaruhi harga keekonomian BBM jenis diesel.
Di wilayah Jabodetabek, penyesuaian harga Dex Series Pertamina adalah sebagai berikut:
Dexlite (CN 51): Naik dari Rp 13.700 menjadi Rp 13.900 per liter.
Pertamina Dex (CN 53): Naik dari Rp 14.000 menjadi Rp 14.200 per liter.
Bensin dan Subsidi Dipertahankan Stabil
Meskipun harga diesel terkerek, Pertamina menegaskan komitmennya untuk mempertahankan harga seluruh produk bensin non subsidi, sebagai upaya menjaga daya beli dan stabilitas.
Harga Pertamax (Rp 12.200), Pertamax Turbo (Rp 13.100), dan Pertamax Green (Rp 13.000) per liter, semuanya dipastikan tidak berubah.
Terlebih lagi, harga BBM bersubsidi yang vital bagi masyarakat luas juga tetap stabil, dengan Pertalite di angka Rp 10.000 per liter dan Solar Subsidi di Rp 6.800 per liter.
Kenaikan harga diesel yang seragam di seluruh SPBU menandakan adanya tekanan harga komoditas global, yang direspons dengan penyesuaian harga keekonomian (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 4Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 6Prediksi Skor Alaves vs Malaga di La Liga, 24 Oktober 2026: Misi Bangkit Tuan Rumah di Tengah Ancaman Zona Bawah
- 7Prediksi Skor Torino vs AC Monza di Serie A, 24 Oktober 2026: Mampukah Il Toro Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








