Jakarta

3 Tokoh Betawi yang Disegani: Jiung, Babe Sani, dan Murtado

Fadhil Dhuha Rizqullah | 15 September 2023, 13:40 WIB
3 Tokoh Betawi yang Disegani: Jiung, Babe Sani, dan Murtado

AKURAT.CO - Terdapat sejumlah tokoh Betawi yang dikenal pemberani dan dihormati oleh banyak orang, baik teman maupun lawan.

Mereka telah diabadikan dalam sejarah dan infrastruktur kota. Terlepas dari pro kontra tentang sejarah mereka. 

Berikut adalah nama tokoh Betawi yang melegenda:

Baca Juga: Sejarah Jakarta: Asal Usul Pinangsia Ternyata dari Bahasa Belanda

1. Jiung (Haji Ung)

Jiung, yang juga dikenal sebagai Haji Ung, adalah seorang jawara Betawi yang sangat dihormati pada masa penjajahan Belanda.

Keterampilan bela dirinya yang tinggi, bahkan kabarnya dia bisa terbang, menjadikan namanya sangat ditakuti dan dihormati.

Sebagai penghargaan atas jasanya dalam memberikan kenyamanan kepada masyarakat, namanya diabadikan sebagai nama jembatan dan jalan, yaitu Jembatan Jiung dan Jalan Jiung di Kemayoran.

Baca Juga: Kesenian Lenong Betawi, Warisan Budaya Indonesia yang Kaya Sejarah

2. Muhammad Sanif (Babe Sani)

Muhammad Sanif, yang akrab disapa Babe Sani, adalah seorang tokoh Betawi pemberani dengan keterampilan silat khas Betawi. Lahir pada 16 Agustus 1928,

Babe Sani berasal dari keluarga pejuang yang aktif pada zaman revolusi. Keberaniannya dalam melawan penjajah mendapat apresiasi dari tokoh seperti Kopassus LB Moerdani.

Dia juga memiliki sejarah dalam berbagai jabatan militer, termasuk Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad dan Asisten Operasi Panglima ABRI.

Baca Juga: Mau Nonton Konser Musik Gratis? Datang Aja ke Event Livin’ Fest di Mall Grand Indonesia

3. Murtado

Murtado adalah seorang warga asli Kemayoran, Jakarta Pusat, yang juga dikenal sebagai tokoh Betawi yang sangat dihormati pada zamannya. Ia mulai dikenal ketika melawan tentara Belanda di masa penjajahan.

Ketika sebuah situasi tidak aman di Kemayoran akibat pemerasan rakyat oleh penjajah, Murtado tidak tinggal diam. Dia bahkan berhasil mengalahkan orang yang diperintahkan untuk membunuhnya.

Murtado menolak tawaran untuk menjadi bek di Kemayoran oleh penjajah Belanda, karena dia tidak ingin menjadi bawahan penjajah.

Nama-nama besar seperti Jiung, Babe Sani, dan Murtado mengingatkan kita akan keberanian dan dedikasi mereka dalam melawan penjajah serta pengabdian mereka kepada masyarakat Betawi.

Infrastruktur yang dinamai dari nama mereka juga menjadi simbol penghargaan yang abadi.

Di Jalan H Ung atau Jiung, bahkan terdapat pasar malam yang ramai dan menawarkan berbagai macam barang untuk menghormati sejarah yang luar biasa ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.