3 Tokoh Betawi yang Disegani: Jiung, Babe Sani, dan Murtado

AKURAT.CO - Terdapat sejumlah tokoh Betawi yang dikenal pemberani dan dihormati oleh banyak orang, baik teman maupun lawan.
Mereka telah diabadikan dalam sejarah dan infrastruktur kota. Terlepas dari pro kontra tentang sejarah mereka.
Berikut adalah nama tokoh Betawi yang melegenda:
Baca Juga: Sejarah Jakarta: Asal Usul Pinangsia Ternyata dari Bahasa Belanda
1. Jiung (Haji Ung)
Jiung, yang juga dikenal sebagai Haji Ung, adalah seorang jawara Betawi yang sangat dihormati pada masa penjajahan Belanda.
Keterampilan bela dirinya yang tinggi, bahkan kabarnya dia bisa terbang, menjadikan namanya sangat ditakuti dan dihormati.
Sebagai penghargaan atas jasanya dalam memberikan kenyamanan kepada masyarakat, namanya diabadikan sebagai nama jembatan dan jalan, yaitu Jembatan Jiung dan Jalan Jiung di Kemayoran.
Baca Juga: Kesenian Lenong Betawi, Warisan Budaya Indonesia yang Kaya Sejarah
2. Muhammad Sanif (Babe Sani)
Muhammad Sanif, yang akrab disapa Babe Sani, adalah seorang tokoh Betawi pemberani dengan keterampilan silat khas Betawi. Lahir pada 16 Agustus 1928,
Babe Sani berasal dari keluarga pejuang yang aktif pada zaman revolusi. Keberaniannya dalam melawan penjajah mendapat apresiasi dari tokoh seperti Kopassus LB Moerdani.
Dia juga memiliki sejarah dalam berbagai jabatan militer, termasuk Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad dan Asisten Operasi Panglima ABRI.
Baca Juga: Mau Nonton Konser Musik Gratis? Datang Aja ke Event Livin’ Fest di Mall Grand Indonesia
3. Murtado
Murtado adalah seorang warga asli Kemayoran, Jakarta Pusat, yang juga dikenal sebagai tokoh Betawi yang sangat dihormati pada zamannya. Ia mulai dikenal ketika melawan tentara Belanda di masa penjajahan.
Ketika sebuah situasi tidak aman di Kemayoran akibat pemerasan rakyat oleh penjajah, Murtado tidak tinggal diam. Dia bahkan berhasil mengalahkan orang yang diperintahkan untuk membunuhnya.
Murtado menolak tawaran untuk menjadi bek di Kemayoran oleh penjajah Belanda, karena dia tidak ingin menjadi bawahan penjajah.
Nama-nama besar seperti Jiung, Babe Sani, dan Murtado mengingatkan kita akan keberanian dan dedikasi mereka dalam melawan penjajah serta pengabdian mereka kepada masyarakat Betawi.
Infrastruktur yang dinamai dari nama mereka juga menjadi simbol penghargaan yang abadi.
Di Jalan H Ung atau Jiung, bahkan terdapat pasar malam yang ramai dan menawarkan berbagai macam barang untuk menghormati sejarah yang luar biasa ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


