Jakarta

Sejarah Jakarta: Asal Usul Pasar Manggis Dikenal Sejak Dulu

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 28 September 2023, 08:37 WIB
Sejarah Jakarta: Asal Usul Pasar Manggis Dikenal Sejak Dulu

 

AKURAT JAKARTA - Pasar Manggis merupakan sebuah kawasan tepatnya nama kelurahan yang masuk ke Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Pasar Manggis menjadi salah satu kawasan di Jakarta yang menggunakan kata “Pasar”, sama halnya seperti Pasar Rebo, Pasar Minggu, dan Pasar Rumput.

Kelurahan Pasar Manggis sendiri berbatasan dengan Kelurahan Manggarai, Kelurahan Guntur, dan Kelurahan Menteng Atas.

Baca Juga: Sejarah Jakarta: Asal Usul Kenari Dulu Tumbuh di Depan Rumah Warga

Kelurahan ini cukup populer dan strategis, diantaranya karena keberadaan pasar yang sesuai dengan namanya, yakni Pasar Manggis.

Jika melihat sejarah, konon, kawasan ini dinamakan Pasar Manggis karena terdapat Pasar Manggis yang cukup besar dan terkenal di Jakarta.

Pasar itu menjual buah manggis (garcinia mangostana) kualitas premium atau kualitas bagus dengan rasa yang manis.

Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Hari Ini Libur Maulid Nabi, Kamis 28 September 2203

Buah manggis sendiri merupakan salah satu buah asli, kebanggaan dan warisan Indonesia.

Dikutip dari lindungihutan, tanaman manggis ini pertama kali ditemukan oleh seorang penjelajah Inggris bernama Kapten Cook pada tahun 1770.

Ia kemudian membawanya ke Inggris, lalu buah manggis mulai terkenal di negara tersebut sekitar tahun 1789.

Baca Juga: Resep Wajik Gula Merah Khas Jawa Tengah yang Legit dan Gurih

Tanaman manggis sendiri biasa tumbuh di daratan rendah dengan ketinggian 500 sampai 600 meter dari permukaan laut.

Di Indonesia sendiri, tanaman manggis banyak tumbuh di Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara.

Meski tanaman manggis tidak banyak tumbuh di Jakarta, nama Pasar Manggis tetap melekat dan populer bagi kawasan itu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.