Bukan Gus, Netizen Kuliti Nama Asli Miftah Maulana, Disebut Bukan Keturunan Ulama

AKURAT JAKARTA - Jejak digital Miftah Maulana semakin dikuliti netizen, usai dirinya mengolok-olok penjual es teh saat memberikan kajian di Magelang.
Kini beredar videonya menghina seniman senior Yati Pesek dengan kalimat merendahkan.
Pria yang akrab disebut Gus Miftah itu kini disebut-sebut bukan keturunan ulama dan tak pantas dipanggil "Gus".
Pernyataan ini bermula dari tudingan Gus Najih, yang menyebut bahwa Gus Miftah sengaja menggunakan gelar "Gus" untuk mendongkrak popularitas dan citranya di masyarakat.
"Miftah bukan anak kiai. Pakai nama 'Gus' biar tenar dan cepat tenar," ujar Gus Najih dalam video ceramahnya yang viral, dikutip dari X pada Jumat (6/11).
Netizen bongkar nama asli
Tak hanya Gus Najih, netizen kini juga berlomba-lomba untuk menguliti masa lalu Gus Miftah.
Seorang pengguna media sosial bernama @narkosun yang membubuhkan tangkapan layar dalam unggahannya yang membongkar siapa sosok Gus Miftah.
"Miftah = Ta'im, info mas @Aditya_pramudya," tulis akun tersebut.
Dalam tangkapan layar itu, akun @Aditya_pramudya sempat menulis sosok Gus Miftah di akun X nya.
Baca Juga: DPR RI Minta Pemerintah untuk Segera Evaluasi Gus Miftah Usai Olok-olok Penjual Es Teh
Dimana diketahui cuitan tersebut telah diunggah pada 4 Oktober 2024 lalu.
"Miftah asli namanya Ta'im, bukan Gus. Ayahnya orang Lampung kerja serabutan. Ta'im dulu marbot di Masjid mergangsan Jogja saat kuliah dan gak lulus. Dulu gak ada perempuan mau. Pernah ikut partai gagal. Baru sukses setelah dibantu Amin Rais, lalu berubah jadi Gus Miftah supaya terkenal," tulis akun tersebut.
Alhasil, dari unggahan tersebut banyak netizen yang mulai memanggil Gus Miftah dengan sebutan Ta'im.
PBNU buka suara
Menanggapi hal ini, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan, KH Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur, membantah tudingan tersebut.
Ia menyebut bahwa Gus Miftah memiliki nasab atau keturunan dari ulama besar Ponorogo.
"Gus Miftah adalah keturunan ulama besar Syaikh Hasan Besari Ponorogo, yang dikenal sebagai pendiri Pesantren Tegalsari. Selain itu, Gus Miftah juga memimpin Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta," ujar Gus Fahrur. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


