Dukungan Bertambah, 10 Negara Baru Resmi Akui Kedaulatan Palestina

AKURAT JAKARTA - Sidang Umum PBB pada September 2025 mencatat sejarah baru dengan bertambahnya 10 negara yang memberikan dukungan resmi pada kedaulatan Palestina.
Kini, total ada 142 negara yang masuk dalam daftar pengakuan, termasuk Malta, Portugal, Inggris, Australia, Prancis, Jerman, Kanada, Belgia, Meksiko, dan Armenia.
Dukungan ini bukan hanya simbolis, tetapi juga langkah politik yang memperkuat posisi Palestina di kancah internasional.
Baca Juga: Pengakuan Bersejarah: Prancis Resmi Akui Kedaulatan Palestina
Beberapa negara seperti Inggris dan Jerman sebelumnya bersikap hati-hati, namun akhirnya memilih menyuarakan dukungan dengan alasan menjaga peluang perdamaian melalui konsep two-state solution.
Negara lain seperti Australia, Prancis, dan Kanada juga menegaskan bahwa dukungan ini adalah langkah penting untuk menghentikan konflik dan membuka jalan bagi gencatan senjata.
Di sisi lain, dukungan dari negara-negara Eropa seperti Belgia dan Malta memperlihatkan adanya keinginan kuat untuk mengakhiri krisis kemanusiaan di Gaza.
Baca Juga: Harga Emas Melambung Tinggi: Antam Tembus Rp2,2 Juta, UBS dan Galeri24 Ikut Naik
Meksiko dan Armenia menegaskan posisi mereka melalui deklarasi resmi yang berlandaskan pada nilai kemanusiaan dan keadilan.
Respon Palestina, khususnya dari Presiden Mahmoud Abbas, penuh optimisme.
Ia menyebut dukungan ini sebagai “langkah bersejarah” yang akan membantu mendorong proses perdamaian.
Baca Juga: Viral Parkir Liar di Cawang Makan 3 Lajur Jalan, Dishub DKI Izinkan, Tapi...
Sementara itu, pengamat menilai pengakuan dari negara-negara baru tersebut dapat memberi tekanan tambahan bagi Amerika Serikat dan sekutu Israel untuk mempertimbangkan ulang sikap mereka.
Ke depan, dukungan 10 negara ini diyakini akan memperkuat posisi diplomatik Palestina serta menjadi momentum bagi negara lain yang belum menyatakan sikap.
Pertanyaannya kini, apakah langkah ini akan memicu gelombang pengakuan lebih besar, termasuk dari negara-negara besar yang selama ini masih menahan diri? (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 8Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







