Jakarta

BPIP Resmi Buka Diklat Bagi 76 Calon Paskibraka Nasional 2026, Terapkan Sistem Desa Bahagia, Berikut Daftar Nama Peserta Mewakili 38 Provinsi

M Rahman Akurat | 17 Juli 2026, 15:47 WIB
BPIP Resmi Buka Diklat Bagi 76 Calon Paskibraka Nasional 2026, Terapkan Sistem Desa Bahagia, Berikut Daftar Nama Peserta Mewakili 38 Provinsi
Kepala BPIP bersama 76 calon Paskibraka Nasional 2026

AKURAT JAKARTA — Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) resmi membuka Pemusatan Pelatihan dan Pembinaan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat Tahun 2026.

Sebanyak 76 siswa-siswi pilihan yang mewakili 38 provinsi di Indonesia akan menjalani latihan intensif untuk persiapan upacara HUT RI ke-81.

Acara pembukaan diklat Paskibraka nasional ini berlangsung di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Depok, Jawa Barat.

Baca Juga: Transjakarta Bakal Tutup Sementara Halte Kebon Sirih Arah Kota pada Jumat Malam Ini, Cek Waktu Tepatnya

Kepala BPIP, Prof. Yudian Wahyudi, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang telah berhasil lolos setelah melalui proses seleksi ketat dan berlapis di tingkat daerah hingga nasional.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan menembus tingkat nasional barulah awal dari pengabdian yang sesungguhnya.

Pancasila Harus Diwujudkan dalam Tindakan

Dalam pengarahannya, Prof. Yudian menekankan bahwa Pancasila tidak cukup dipahami sebagai pengetahuan semata, melainkan harus diwujudkan secara nyata dalam tindakan sehari-hari.

"Nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan keputusan yang adik-adik ambil setiap hari. Itulah makna sejati menjadi Paskibraka, yaitu menjadi teladan dalam mengamalkan Pancasila," tegas Yudian, Jumat (17/7/2026).

Selama masa pemusatan pelatihan, para calon Paskibraka (Capaska) pusat akan menetap bersama di asrama yang menerapkan sistem "Desa Bahagia".

Sistem ini didesain khusus sebagai miniatur Indonesia, tempat keberagaman suku, agama, dan budaya melebur menjadi kekuatan gotong royong tanpa sekat.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.