Berlayar ke Pulau Terpencil, Alumni UNS Menemukan Fakta yang Mengubah Cara Pandang tentang Masa Depan

AKURAT JAKARTA - Keterbatasan fasilitas sering dianggap sebagai penghambat masa depan seseorang.
Namun, pengalaman yang dialami alumni Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS), Annita Viesta Nirmala Dewi, S.Tr.Keb., MPH, justru menunjukkan kenyataan yang berbeda.
Di sejumlah pulau yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih dan listrik, ia menemukan banyak remaja yang tetap memiliki mimpi besar untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Fenomena tersebut menarik jika dilihat dari sudut pandang psikologi.
Para ahli menyebutnya sebagai Hope Theory atau Teori Harapan yang dikembangkan psikolog C.R. Snyder.
Teori ini menjelaskan bahwa harapan bukan sekadar angan-angan, melainkan kemampuan seseorang untuk menetapkan tujuan, menemukan jalan mencapainya, dan mempertahankan motivasi meski menghadapi berbagai hambatan.
Pengalaman itu diperoleh Annita saat mengikuti misi Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga bertajuk "Deteksi Dini dan Upaya Promotif, Preventif, dan Kuratif Menuju Pulau Sehat, Produktif, dan Bahagia."
Selama 13 hari, tim berlayar menuju Bluto, Pulau Raas, Pulau Karamian, dan Pulau Masalembu untuk memberikan pelayanan kesehatan sekaligus edukasi kepada masyarakat.
Di beberapa lokasi, tim menemukan kondisi yang masih jauh dari ideal.
Akses air bersih masih terbatas, sementara listrik hanya tersedia pada malam hari dengan bantuan generator diesel.
Baca Juga: Tiket Mulai Rp45.000! Ini Syarat yang Wajib Kamu Penuhi untuk Nikmati Promo Ancol 17 Agustus
Meski demikian, masyarakat menyambut kedatangan tim dengan hangat dan antusias mengikuti setiap kegiatan yang diselenggarakan.
Tim Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga memberikan pelayanan kesehatan kepada sekitar 120 hingga 160 pasien di setiap lokasi.
Annita turut membantu proses triase dan pengukuran antropometri, sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Tidak hanya itu, tim juga memberikan edukasi kesehatan kepada sekitar 410 remaja yang tersebar di empat wilayah, yakni sekitar 130 peserta di Bluto, 140 peserta di Pulau Raas, 80 peserta di Pulau Karamian, dan 60 peserta di Pulau Masalembu.
Dalam psikologi pendidikan, kondisi tersebut juga berkaitan dengan growth mindset, yaitu keyakinan bahwa kemampuan dapat berkembang melalui proses belajar, pengalaman, dan usaha.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Elche vs Real Betis di La Liga, 8 November 2026: Mampukah Los Franjiverdes Menghentikan Dominasi Tim Tamu?
- 7Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 8Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






