Jakarta

Ibu dan Dua Anak Wisuda Bareng di UNS, Bukti Semangat Belajar Tak Mengenal Usia

Anggerhana Denni Rahmawati | 3 November 2026, 08:30 WIB
Ibu dan Dua Anak Wisuda Bareng di UNS, Bukti Semangat Belajar Tak Mengenal Usia
Usia lebih dari 50 tahun, Dr Wara raih gelar Doktor bersama dua anaknya di UNS. - UNS

AKURAT JAKARTA - Menyelesaikan pendidikan tinggi membutuhkan komitmen, terlebih ketika seseorang harus membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.

Namun, bagi Dr Wara Pratitis Sabar Prayogi, pendidikan justru menjadi perjalanan yang dapat dijalani bersama anak-anaknya.

Ketiganya bahkan berhasil mengikuti wisuda pada waktu yang sama di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Sabtu (31/10/2026).

Momen tersebut menjadi istimewa karena Dr Wara dan kedua anaknya berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan yang berbeda.

Dr Wara meraih gelar doktor Ilmu Pertanian dengan minat Peternakan, putri sulungnya, Salma Aulia Rahma, memperoleh gelar magister Peternakan, sedangkan putra bungsunya, Ihsan Hafidz Salim, menyandang gelar sarjana Teknik Kimia.

Keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian akademik tiga orang dalam satu keluarga.

Ada proses panjang dan kebiasaan belajar yang dibangun di rumah hingga akhirnya mereka dapat menyelesaikan pendidikan masing-masing.

Keteladanan ibu menjadi dorongan untuk terus belajar

Sebagai dosen sekaligus ibu dari empat anak, Dr Wara harus membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan pendidikan doktoralnya.

Ia memilih menunjukkan pentingnya pendidikan melalui tindakan nyata, bukan hanya meminta anak-anaknya untuk terus belajar.

Baca Juga: Hati Emas hingga Buku Terbuka, Ini Filosofi Logo Hari Guru Nasional 2026

Baca Juga: Hati Emas hingga Buku Terbuka, Ini Filosofi Logo Hari Guru Nasional 2026

"Anak-anak melihat sendiri bagaimana saya membagi waktu antara keluarga, pekerjaan, dan pendidikan. Saya lebih banyak memberikan motivasi melalui contoh daripada sekadar menyuruh mereka melanjutkan sekolah," kata Dr Wara, dikutip dari UNS.

Cara tersebut membuat anak-anaknya dapat melihat langsung bahwa pendidikan tinggi tetap bisa diperjuangkan di tengah berbagai tanggung jawab.

Bahkan, Dr Wara berhasil menyelesaikan studi doktoral ketika usianya sudah lebih dari 50 tahun.

Kisah ini menunjukkan bahwa proses belajar tidak harus berhenti ketika seseorang telah bekerja atau berkeluarga.

Selama ada komitmen dan kemauan, kesempatan untuk meningkatkan pendidikan tetap terbuka.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.