Jakarta

Sebanyak 6.440 KK di Wonogiri Terdeteksi Judol, Psikologi Ungkap Alasan Orang Terjebak Iming-iming Menang

Anggerhana Denni Rahmawati | 26 Agustus 2026, 07:30 WIB
Sebanyak 6.440 KK di Wonogiri Terdeteksi Judol, Psikologi Ungkap Alasan Orang Terjebak Iming-iming Menang
Satu KK bisa kehilangan bansos karena judol.

AKURAT JAKARTA - Sebanyak 6.440 kepala keluarga (KK) penerima bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, terdeteksi melakukan transaksi judi online (judol).

Temuan tersebut tersebar di seluruh kecamatan dan berdampak pada penyaluran sejumlah bansos, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Kepala Dinas Sosial dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKB P3A) Wonogiri, Anton Tiyas Harjanto, mengatakan transaksi terdeteksi melalui akun e-wallet atau e-money yang terhubung dengan data penerima.

Kasus tersebut menarik jika dilihat bukan hanya sebagai persoalan penyaluran bansos, tetapi juga dari sisi psikologi.

Mengapa seseorang yang menerima bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup tetap bisa tergoda memasukkan uang ke aktivitas yang berisiko kehilangan uang?

Salah satu konsep psikologi yang dapat membantu memahami fenomena ini adalah present bias, yakni kecenderungan seseorang memberikan bobot lebih besar pada keuntungan yang bisa diperoleh sekarang dibanding manfaat yang baru dirasakan di masa depan.

Judi online menawarkan imbalan yang terlihat sangat dekat.

Seseorang cukup memasang taruhan dan menunggu hasil dalam waktu singkat.

Sensasi tersebut berbeda dengan manfaat bansos yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti pangan atau kebutuhan keluarga.

Masalahnya, imbalan cepat juga disertai risiko kehilangan uang.

Baca Juga: Hamil dan Sempat Dirawat di Rumah Sakit, Penyandang Disabilitas Netra Ini Tetap Tuntaskan S2 dengan Predikat Cum Laude

Pada sebagian orang, dorongan mengejar hasil instan dapat membuat risiko jangka panjang menjadi kurang diperhitungkan.

Karena itu, keputusan yang sebenarnya merugikan dapat tetap terasa menarik pada saat pilihan tersebut dibuat.

Meski demikian, temuan transaksi judi online tidak otomatis berarti seluruh penerima menggunakan dana bansos untuk berjudi.

Anton menegaskan, sistem hanya mendeteksi adanya transaksi judol yang terhubung dengan akun penerima atau anggota keluarga dalam satu KK.

"Memang ada yang dana bansos yang dipakai untuk judol, ada juga yang tidak dipakai untuk judol," imbuhnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.