Bukan Cuma ISPA, Kabut Asap Karhutla Juga Mengganggu Pendidikan Anak

AKURAT JAKARTA - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga mengganggu kegiatan pendidikan.
Ketika udara di luar ruangan semakin tercemar, sekolah harus mempertimbangkan keselamatan siswa tanpa mengorbankan proses belajar.
Kondisi tersebut mendorong Dinas Pendidikan Provinsi Aceh mengimbau satuan pendidikan mempertimbangkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada 19 Oktober 2026.
Imbauan ini terutama ditujukan kepada sekolah di wilayah yang terdampak kabut asap cukup parah.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin sebelumnya menyampaikan imbauan tersebut di Banda Aceh pada Sabtu (17/10/2026).
Ia meminta sekolah menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi udara di lingkungan masing-masing.
"Sehubungan dengan makin parahnya dampak kabut asap kebakaran lahan dan kebakaran hutan. Kami mengimbau kepada seluruh satuan pendidikan yang ada di Aceh untuk mempertimbangkan dan memutuskan proses pembelajaran jarak jauh," kata Murthalamuddin.
Keselamatan siswa menjadi pertimbangan utama
Langkah mempertimbangkan PJJ memperlihatkan bahwa kegiatan belajar tidak bisa dilepaskan dari kondisi lingkungan.
Kabut asap yang pekat dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak yang masih rentan terhadap paparan polusi udara.
Baca Juga: Bukan Sekadar Mengurus Dokumen, Magang Kearsipan Ini Buka Peluang Belajar di 13 Museum
Di Sumatera Utara, pembelajaran jarak jauh telah diberlakukan untuk jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB.
Pendidik dan tenaga kependidikan di wilayah tersebut juga menjalankan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH).
Sementara itu, di Kota Padang, Sumatera Barat, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan tetap datang ke sekolah untuk menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh.
Kebijakan di kedua wilayah tersebut tercatat berlaku hingga 21 Oktober 2026.
Situasi ini menunjukkan bahwa setiap daerah dapat menerapkan mekanisme berbeda untuk menjaga kegiatan belajar tetap berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 2Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 3Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 4Prediksi Skor Fulham vs Hull City di Premier League, 17 Oktober 2026: Mampukah The Cottagers Mengakhiri Tren Buruk?
- 5Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse di Ligue 1, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Hentikan Dominasi Les Violets?
- 6Prediksi Skor Newcastle United vs Aston Villa di Premier League, 17 Oktober 2026: Duel Kontras di St James' Park
- 7Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano di La Liga, 20 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Memutus Rekor Buruk?
- 8Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






