Ada 1,37 Juta Anak yang Mulai Sekolah Tanpa PAUD, Pemerintah Turun Tangan Lewat Revitalisasi dan PIP

AKURAT JAKARTA - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kerap diagungkan sebagai fondasi utama penentu masa depan bangsa.
Namun, di balik megahnya target Indonesia Emas 2045, terselip sebuah catatan kontras: data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat ada 1.372.947 murid kelas 1 SD di Indonesia yang melompat langsung ke bangku sekolah dasar tanpa pernah mencicipi pendidikan prasekolah.
Kondisi ini menciptakan garis start yang tidak adil bagi jutaan anak.
Di satu sisi, pemerintah tengah menggalakkan program Wajib Belajar 13 Tahun untuk memastikan setiap anak mendapat layanan prasekolah satu tahun sebelum SD.
Di sisi lain, jurang akses dan kesiapan fasilitas masih menjadi pekerjaan rumah yang besar.
Sebagai respons, pemerintah menggelontorkan sejumlah intervensi konkret sepanjang tahun 2026, mulai dari alokasi revitalisasi untuk 13.831 TK, penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) senilai Rp450.000 per tahun bagi 888.000 murid TK, hingga percepatan kualifikasi S1/D4 bagi 150.000 guru lewat jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Tak hanya soal fasilitas, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti juga mengingatkan pentingnya meluruskan esensi pendidikan di usia dini.
Prinsip pedagogis yang keliru—seperti membalikkan konsep menjadi "belajar sambil bermain"—harus diubah kembali menjadi "bermain sambil belajar".
Baca Juga: Kerja Keras Guru Selama Ini Bisa Diakui, Kemenag Buka Pendaftaran Anugerah GTK 2026
Melalui pendekatan kreatif berbasis STEAMS (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics, and Sport) yang dikemas lewat lagu dan permainan, anak-anak dapat menyerap konsep dasar matematika, warna, hingga nilai sosial tanpa kehilangan dunianya yang merdeka.
Pekerjaan rumah kini bukan hanya membangun gedung sekolah atau membagikan subsidi, melainkan merajut kolaborasi lintas sektor agar jutaan anak yang tertinggal di garis start tidak kian tertinggal dalam memperebutkan masa depan bangsa. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 2Prediksi Skor Bochum vs Mainz 05 di DFB-Pokal, 28 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Menghentikan Dominasi Tim Bundesliga?
- 3Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Hamburger SV vs Eintracht Frankfurt di DFB-Pokal, 28 Oktober 2026: Duel Dua Tim dengan Pertahanan Rapuh
- 5Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 6Prediksi Skor Sonnenhof Grossaspach vs Augsburg di DFB-Pokal, 28 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Die Fuggerstadter
- 7Prediksi Skor Borussia Dortmund vs Werder Bremen di DFB-Pokal, 28 Oktober 2026: Mampukah BVB Mempertahankan Dominasi?
- 8Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







