Pakar Transportasi Nilai, Usulan 4 in 1 Tak Efektif Atasi Polusi Udara di DKI

AKURAT.CO - Pakar Transportasi, Djoko Setijowarno menilai, usulan penerapan 4 in 1 sebagai salah satu cara mengatasi persoalan polusi udara di Jakarta sama sekali tidak efektif.
"Kalau 4 in 1 sama kayak 3 in 1, ganjil genap (gage), itu kebijakan butuh effort yang tinggi, keluar uang, SDM banyak, dan hasilnya tidak efektif, gak maksimal," kata Djoko, Kamis (17/08).
Di Jakarta, kata Djoko, pernah diterapkan sistem 3 in 1. Di mana hanya mobil pribadi berpenumpang 3 atau lebih yang diperbolehkan melintas.
Namun, sistem 3 in 1 dalam pengaturan lalu lintas di Jakarta resmi dihapus pada 16 Mei 2016 dan diganti menjadi ganjil genap (gage).
Baca Juga: Mengatasi Polusi Udara, Pengamat: Kebijakan Harus Tuntas Jangan Setengah-tengah
"Coba lihat saja 3 in 1, sekarang ganti gage," ujarnya.
Djoko menerangkan, kebijakan ini juga berpotensi menghadirkan joki layaknya kebijakan 3 in 1.
Selain itu, kata Djoko, ini berpotensi membuat persoalan menjadi semakin rumit, seperti masyarakat jadi semakin rentan dan kemungkinan adanya pelecehan.
"Kan ada joki, nanti bayar orang. Siapa yang mau jaga? Nanti joki dan petugas terpapar polusi. Panas lagi. Ada joki-joki di jalan, semrawut lagi nanti kan. Malah butuh petugas lagi menertibkan," terang Djoko.
Baca Juga: Golkar DKI Tergetkan 16 Kursi DPRD, Ajak Kader Persiapkan Diri dengan Matang
"Kalau banyak joki pemandangan kota jadi buruk . Kalo joki cewek malah nanti rentan pelecehan seksual. Ada juga yang pakai boneka," sambungnya.
Menurut Djoko, solusi untuk persoalan polusi udara dari segi transportasi yang dinilai efektif yakni penerapan Electronic Road Pricing atau ERP. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


