Sejarah Gambang Kromong dan Jejak Musik Tradisional Tionghoa di Jakarta

AKURAT.CO - Musik Gambang Kromong, sebuah warisan budaya yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari musik tradisional Indonesia, khususnya DKI Jakarta.
Ternyata, musik Gambang Kromong memiliki akar yang mendalam di Tiongkok Selatan, khususnya di Provinsi Fujian.
Mari kita telusuri jejak perjalanan musik ini melintasi samudra hingga mencapai Nusantara.
Baca Juga: 5 Hal Terkait Gen Z dalam Memaknai Pancasila
1. Asal Usul dari Fujian, Tiongkok Selatan
Gambang Kromong, pada awalnya, adalah musik tradisional yang berasal dari wilayah Fujian, Tiongkok Selatan.
Musik ini diwariskan dari generasi ke generasi di antara komunitas Tiongkok yang tinggal di kota-kota seperti Zhangzhou, Xiamen, dan Quanzhou di Provinsi Fujian.
2. Perjalanan ke Nusantara
Perantau Tiongkok dari Fujian membawa dengan mereka warisan budaya berupa musik tradisional ini ketika mereka berlayar menuju Nusantara.
Mereka membawa alat musik dan gaya musik khas Tionghoa dari kampung halaman mereka.
3. Fusion di Tangan Bek Tjeng Tjoe
Pada tahun 1880-an, seorang musisi berbakat bernama Bek Tjeng Tjoe dari Senen, Jakarta, melakukan terobosan penting dalam sejarah Gambang Kromong.
Ia menggabungkan orkes tradisional Tionghoa dengan berbagai alat musik setempat, seperti gendang kempul dan kromong. Hasil dari perpaduan ini adalah Gambang Kromong yang kita kenal saat ini.
Baca Juga: Waduh! Kapal Penumpang Milik Dishub DKI Mogok di Tengah Laut Karena Kehabisan BBM, Kok Bisa?
4. Nuansa Tionghoa yang Kental
Musik Gambang Kromong masih sangat mempertahankan nuansa Tionghoa dalam komposisi lagu-lagunya.
Contohnya adalah lagu-lagu Pobin seperti Kong Djie Lok, Ban Kim Hoa, Ma To Djin, Peh Pan Tao, Pat Sian Kwee Hai, Si Djin Kui Hwee, dan lain-lain.
Uniknya, lagu-lagu Pobin ini adalah instrumental tanpa lirik, dan biasanya digunakan sebagai musik pengiring dalam berbagai acara.
5. Notasi Tradisional Tiongkok
Sangat menarik bahwa lagu-lagu Pobin ini masih menggunakan notasi tradisional Tiongkok dalam partitur lagunya, menunjukkan akar yang dalam dalam budaya musik Tionghoa.
Baca Juga: Ogah Bayar Parkir, Remaja di Tangsel Babak Belur Dihajar Akamsi
6. Pobin Kong Djie Lok: Warisan yang Bertahan
Di zaman sekarang, dari banyaknya lagu Pobin yang ada, hampir semuanya jarang dimainkan, kecuali Pobin Kong Djie Lok yang masih kita dengar hingga saat ini. Ini adalah bukti kekuatan dan daya tahan warisan musik ini dalam budaya Indonesia.
Gambang Kromong adalah contoh bagus dari bagaimana budaya musik dapat berkembang dan beradaptasi di berbagai lingkungan budaya.
Dengan akar yang kuat di Tiongkok Selatan dan pengaruh lokal yang kuat di Nusantara, Gambang Kromong tetap menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 2Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 3Prediksi Skor Newcastle United vs Hull City di Premier League, 19 September 2026: Misi The Magpies Bangkit dari Kekalahan Telak
- 4Prediksi Skor Stuttgart vs Borussia Dortmund di Bundesliga, 19 September 2026: Bisakah Die Roten Hentikan Laju BVB?
- 5Prediksi Skor Celta Vigo vs Racing Santander di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Celestes Raih Kemenangan Perdana?
- 6Prediksi Skor Venezia vs Lazio di Serie A, 20 September 2026: Mampukah Biancocelesti Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Deportivo Alaves di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Leones Balas Kekalahan Musim Lalu?
- 8Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Ligue 1, 20 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Belum Terkalahkan
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



