SETELAH penat dengan pekerjaan kantor, menikmati makan bersama pasangan bisa menjadi relaksasi.
Tak perlu menyiksa dengan memilih restoran mahal, karena nyatanya yang diperlukan hanyalah ketenangan dan keintiman. Sehingga menambah keeratan hubungan.
Malam itu adalah malam spesial buat kami. Genap 10 tahun usia perkawinan kami. Aku mengajak istriku, hanya berdua saja, makan malam di restoran.
Restoran tempat makan kami ini bak oasis di tengah hiruk pikuk Ibukota. Tempatnya nyaman dan sejuk. Rumah kuno dengan jendela besar yang menghadap ke kolam renang. Dikelilingi tanaman hijau.
Interiornya juga sangat nyaman. Didominasi plafon kayu dan furnitur. Iringan musik yang menenangkan dan santai.
Tak diragukan lagi, restoran ini merupakan oasis yang sempurna untuk melepaskan diri dari kepenatan.
Baca Juga: Setuju Warga Jakarta Cetak Ulang e-KTP, Fraksi Golkar: Tapi Nanti Tunggu Ada Kejelasan
Aku dan istriku, laksana sepasang sejoli yang sedang dimabuk asmara. Susana sahdu seperti ini, belum pernah aku rasakan sebelumnya. Indahnya. Dunia seakan milik berdua.
Sepuluh tahun menikah, kami telah dikaruniai dua anak. Keduanya kami tinggal bersama asisten rumah tangga (ART) alias pembantu. Di rumahku. Di kawasan Bintaro. Kawasan yang katanya tempat orang elit. Padahal, aku bukan orang elit. Tapi, mantan ekonomi sulit.
Rumahku terdiri dari dua lantai, lima kamar tidur dan tiga kamar mandi. Rumah yang kubeli dua tahun lalu ini, sudah lebih dari cukup. Rumah yang cukup mewah untuk ukuranku.
Aku sengaja mengajak istriku makan malam, tanpa anak-anak. Biar romantis. Karena kami belum menikmati romantisme pacaran. Ini juga dalam rangka memenuhi janjiku untuk membahagiakan istriku.
Dalam suasana romantis, kami bercengkrama. Bercerita tentang masa lalu. Tentang sesuatu yang selama ini masih jadi misteri.
Misteri diamnya Nur Laila Yasmin, saat aku pinang dulu, akhirnya terbongkar. Juga soal identitas pemuda yang aku pergoki bersamanya, beberapa hari sebelum pernikahan. Dan, misteri laki-laki penyuruh tukang santet menebar lidi aren ke paru-paru istriku.
Baca Juga: Duh Linu, Kemaluan Remaja 15 Tahun Terjepit Ritsleting Celana, Damkar Turun Tangan
"Seminggu sebelum Abang melamar, Abang kan menyuruhku untuk sholat istikharoh. Nah, malamnya, aku kerjakan shalat istikharoh. Habis itu, aku tidur. Dalam tidur, aku bermimpi ketemu engkong (kakek dari ibunya). Padahal, engkong kan sudah meninggal," istriku memulai ceritanya.
Yasmin merupakan cucu kesayangan. Semasa hidup, pensiunan tentara pejuang ini, sering menghabiskan uang pensiunnya untuk memanjakan Yasmin. Padahal, cucunya belasan orang. Tapi yang sering dimanja hanya Yasmin.
Karena itu, hubungan bathin kakek-cucu ini sangat dekat. Meninggalnya kakek, jadi pukulan terberat bagi Yasmin.
Dalam mimpi itu, engkongnya bilang; "Yasmin, engkong sekarang udah tenang. Karena bentar lagi, Yasmin ada yang jagain. Tuh, orangnya," sambil menunjuk ke arah laki-laki yang berdiri membelakangi keduanya. Laki-laki itu bertubuh pendek, berkulit hitam, berambut lurus. Mengenakan baku koko dan kain sarung.
"Ah, siapa itu, Kong...?" tanya Yasmin.
"Nanti kamu juga akan tahu."
"Tapi...." Belum sempat Yasmin melanjutkan bicaranya, kakeknya sudah menghilang.
Baca Juga: Sejarah Jakarta: Asal Usul Papanggo Ternyata dari Bahasa Belanda
Isyarat melalui mimpi bertemu kakeknya, tak lantas membuat Yasmin yakin menerima lamaranku. Meskipun laki-laki yang ditunjuk kakeknya dalam mimpi itu, punya ciri-ciri yang persis denganku.
Malam berikutnya, Yasmin kembali sholat istikharoh. Dan, lagi-lagi dijawab melalui mimpi.
"Aku bertemu dengan kepala sekolah waktu SMP. Almarhum Pak Nawir. Dalam mimpi itu, aku dikasih bunga oleh laki-laki yang tak aku kenal. Di situ, ada Pak Nawir."
Laki-laki itu meninggakkan setangkai bunga mawar di meja Yasmin. Lalu, Yasmin bertanya kepada kepala sekolahnya.
"Pak, bunga ini punya siapa?"
"Tadi ada anak laki-laki yang taruh bunga itu. Untuk kamu."
"Siapa laki-laki itu, Pak?"
"Bapak nggak tahu. Tapi, udah terima aja. Dia orang baik kok."
"Tapi, Pak....?"
"Saran bapak, udah terima aja."
Lagi-lagi, kepala sekolah itu menghilang saat Yasmin belum menuntaskan pembicaraannya.
Baca Juga: Jadwal Pendaftaran CPNS 2023, Seleksi Administrasi sampai 12 Oktober
"Itulah yang membuat aku bimbang, antara menerima atau menolak lamaran Abang."
Istriku menjelaskan alasannya, kenapa dia hanya diam saat ditanya Haji Ahmad, apakah menerima atau menolak lamaranku. Karena hanya diam, maka dianggap menerima. (Bersambung)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 4Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 6Prediksi Skor Alaves vs Malaga di La Liga, 24 Oktober 2026: Misi Bangkit Tuan Rumah di Tengah Ancaman Zona Bawah
- 7Prediksi Skor Torino vs AC Monza di Serie A, 24 Oktober 2026: Mampukah Il Toro Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!










