Jakarta

Cerita Masa Kecil Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati Cirebon dan Penemuan Buku yang Ditulis dengan Tinta Emas

M Rahman Akurat | 8 Februari 2024, 06:43 WIB
Cerita Masa Kecil Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati Cirebon dan Penemuan Buku yang Ditulis dengan Tinta Emas

 

AKURAT JAKARTA - Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati adalah salah satu anggota dari wali songo.

Banyak naskah dan juga catatan sejarah yang menceritakan perjalanan hidup Sunan Gunung Jati.

Sunan Gunung Jati sejak masih kecil sudah menjadi seorang yatim, karena sang ayah meninggal dunia saat ia masih kecil.

Ketika masih kecil, Sunan Gunung Jati memiliki kebiasaan yang aneh dan tidak lazim dengan anak lain yang seusianya.

Baca Juga: Marifest 2024 di Medan Menghadirkan Artis Maliq & D’Essentials hingga Juicy Luicy, Simak Tanggalnya di Sini

Sunan Gunung Jati kecil menghabiskan waktunya untuk membaca kitab-kitab yang ada di perpustakaan kerajaan.

Tidak seperti anak kecil seusianya yang pasti akan menghabiskan waktunya untuk bermain.

Sunan Gunung Jati adalah putra dari Nyimas Rara Santang yang dinikahi penguasa Mesir yaitu Syarif Hud.

Dikisahkan, dua kakak beradik Nyimas Rara Santang dan Pangeran Walang Sungsang pergi melakukan perjalanan.

Mereka berdua menjalankan perintah gurunya Syekh Datuk Kahfi untuk melaksanakan ibadah haji ke Makkah.

Singkat cerita Nyimas Rara Santang dan Pangeran Walang Sungsang sudah sampai ke Makkah.

Kedua kakak beradik ini telah selesai melaksanakan ibadah haji.

Dan setelah selesai melaksanakan semua rukun ibadah haji mereka berdua harus terpisah.

Baca Juga: Resep Sate Kere Khas Solo: Bukan dari Daging atau Ayam, Makanan Orang Susah yang Disukai Banyak Orang Karena Rasanya Lezat

Pangeran Walang Sungsang pulang ke tanah Jawa, sementara Nyimas Rara Santang harus menetap di Mesir.

Pasalnya, Nyimas Rara Santang dapatkan petunjuk dalam mimpinya, ia harus tinggal di Mesir.

Dari mimpinya juga, ia dapatkan isyarat bahwa ia harus menikah dengan Raja Bani Ismailiyah, yaitu Syarif Hud.

Dikisahkan dalam naskah Mertasinga bahwa Nyimas Rara Santang akhirnya memiliki keturunan dua orang putra.

Putra yang pertama bernama Syarif Hidayatullah yang kelak dikenal dengan Sunan Gunung Jati. Sedang putra keduanya yaitu Syarif Nurullah.

Kedua putra Nyimas Rara Santang ini tidak berbeda jauh usianya.

Hanya berbeda satu tahun saja selisih usia antara Sunan Gunung Jati dan Syarif Nurullah.

Baca Juga: Warga Cilacap Buruan Daftar! Ada Cosplay Competition di Havana Hills, Hadiahnya Jutaan rupiah, Catat Tanggal Pelaksanaannya

Rasa suka cita dalam hati Nyimas Rara Santang memiliki dua putra, harus sirna dengan kabar suaminya meninggal dunia.

Sunan Gunung Jati dan Syarif Nurullah pun harus menjadi yatim pada waktu mereka masih sangat kecil.

Sunan Gunung Jati kecil menghabiskan waktunya untuk membaca kitab-kitab yang berada di perpustakaan kerajaan.

Berbagai ilmu Sunan Gunung Jati pelajari dari kitab kitab yang ia baca, hingga pada suatu hari dia menemukan sebuah kitab.

Kitab ini lain dari yang lain, kitab ini bertuliskan tinta emas, yang di dalamnya bercerita tentang Nabi Muhammad SAW.

Dalam kitab ini dituliskan bagaimana Nabi Muhammad SAW bisa bertemu dengan nabi terdahulunya yang sudah lama tiada.

Hal inilah yang membuat Sunan Gunung Jati bertekad untuk bisa bertemu dengan kakek buyutnya, yaitu Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Mitologi Legenda Nyi Mas Melati dan Asal Usul Kampung Rawa Bokor di Perbatasan Jakarta dengan Tangerang

Dari kitab yang Sunan Gunung Jati pelajari ini, ia yakin walaupun Nabi Muhammad SAW telah tiada, dengan kehendak Allah semuanya tidak ada yang tidak mungkin.

Sunan Gunung Jati yakin akan dapat berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW, hingga ia bertekad untuk mengembara. (*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.