Budi Gunadi Sadikin Benarkan Adanya Dugaan Intimidasi yang Dilakukan Senior ke Junior PPDS Anestesi Undip

AKURAT JAKARTA - Adanya penyangkalan tindak perpeloncoan dilingkungan PPDS Anestesi Undip membuat kasus ini semakin rumit.
Pihak Universitas dengan tegas memberi pernyataan bahwa tidak ada tindak bullying yang ditemukan di wilayah pendidikan spesialis Anestesi.
Sementara itu, pihak kepolisian justru mengungkap adanya buku diary Aulia Risma Lestari yang ditemukan di kamar kosnya.
Yang mana buku tersebut berisikan keluh kesah korban selama menempuh pendidikan di prodi Anestesi.
Melihat adanya indikasi bullying, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melakukan investigasi ke prodi terkait.
Untuk mengusut tuntas apakah benar adanya tindak senioritas yang dilakukan.
Baca Juga: Seorang Dokter Obsgyn Bagikan Cerita Bocah SD 10 Tahun Gemar Tidur Bareng Pasangan
"Kita sudah menemukan, ada bukti catatan hariannya. Jadi, kita bisa melihat perkembangan moral kejiwaannya dia seperti apa, juga cukup detil ditulis di buku hariannya. Jadi, kita nanti akan confirm apakah hal ini benar-benar terjadi. Kalau hal ini benar-benar terjadi, kita akan pastikan yang memperlakukan seperti ini akan kita berikan sanksi yang tegas" kata Budi Gunadi dikutip dari Antara pada Jumat (17/8).
Lebih lanjut, saat melakukan penyelidikan oleh jajaran, Budi mengetahui bahwa ada intimidasi yang dilakukan oleh senior kepada para junior PPDS Anestesi.
Hingga akhirnya, Budi Gunadi Sadikin memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan pembelajaran di PPDS Anestesi Undip.
Baca Juga: Warga Jakarta Geger Soal NIK yang Dicatut Sepihak Untuk Dukung Pasangan Dharma-Kun
"Hal ini kita lakukan sementara karena begitu kita mau memeriksa semua murid-murid junior yang ada di sana, diintimidasi. Tidak boleh bicara. Nah ini menurut saya tidak baik karena mereka masih berinteraksi di sana. Itu sebabnya kita berhentikan sementara," ungkap Menkes kepada wartawan, Kamis (15/8).
Budi juga menegaskan bahwa penutupan ini tidak dilakukan selamanya.
Baca Juga: Seorang Dokter Obsgyn Bagikan Cerita Bocah SD 10 Tahun Gemar Tidur Bareng Pasangan
Hal tersebut dimaksudkan agar tidak ada junior yang terintimidasi ketika dimintai keterangan jajaran Kemenkes.
"Kita tidak ada niat ini untuk menutup PPDS tersebut selama mungkin. Nggak. Kita mau bikin situasi yang nyaman agar semua orang pada saat kita panggil bisa berbicara apa adanya tanpa takut diintimidasi, diancam oleh senior-seniornya. Sehingga dengan begitu kita bisa ambil tindakan yang tegas dan kemudian insya Allah bisa dibuka kembali," katanya lagi. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





