Jakarta

Pasal Anestesi Beredar di Media Sosial, Diduga Jadi Bukti Bullying Mahasiswi PPDS Aulia Risma Lestari Bunuh Diri

Titania Isnaenin | 15 Agustus 2024, 20:55 WIB
Pasal Anestesi Beredar di Media Sosial, Diduga Jadi Bukti Bullying Mahasiswi PPDS Aulia Risma Lestari Bunuh Diri

 

AKURAT JAKARTA - Viral, sebuah akun media sosial Instagram ungkap pasal Anestesi yang ditulis oleh salah satu senior PPDS.

Tulisan tangan pasal Anestesi itu diunggah ulang oleh @prabaniswara yang diduga menerima DM dari salah satu mahasiswa PPDS Anestesi Undip yang mengirimnya secara anonim.

Baca Juga: Selain Karena Dibully, Rekan Seperjuangan Dokter PPDS Anestesi yang Bunuh Diri di Kamar Kos, Ungkap Jam Jaga yang Tak Masuk Akal

Dalam unggahan tersebut, terlihat tulisan tangan yang ditempel di papan mengenai aturan yang diterapkan selama menjalani PPDS Anestesi.

Unggahan tersebut bermaksud mengunggah ulang insta stories dari dokter seleb Alvin Saputra.

"Ini adalah peraturan tidak tertulis yang wajib ditelen semua ppds" tulis akun @alvin.sa.putra.

Baca Juga: Bunuh Diri Karena Tak Kuat Dibully Senior, Mahasiswi PPDS Anestesi Undip Tenyata Ingin Berhenti Sejak Awal Semester

Kemudian akun prabaniswara menimpali dengan tulisan asli dari mahasiswa senior PPDS yang ditempel di papan berwarna ungu.

"Lebih keren saya punya yang asli ditulis ma mas senior terhormat, pasti ini udah dibuang dari tempatnya" tulisnya dalam akun Instagram

Dalam aturan tak tertulis tersebut, ada 7 poin yang ditulis untuk unggah ungguh dalam prodi Anestesi.

Dalam poin-poin tersebut berbunyi peraturan yang tercium adanya indikasi bullying seperti :

Baca Juga: Dokter PPDS Anestesi Undip Bunuh Diri dengan Cara Menyuntikan Obat Penenang, Polisi Ungkap Adanya Indikasi Bully

"Senior selalu benar, bila senior salah kembali pasal 1, hanya ada kata ya dan siap, yang enak hanya untuk senior, bila junior dikasih enak tanya kenapa, jangan pernah mengeluh karena semua pernah mengalami, jika masih mengeluh siapa suruh masuk anestesi."

Hal tersebut senada dengan penemuan kepolisian dimana Kapolsek Gajahmungkur Semarang menyebut ada bukti buku diary di kamar kos korban.

Yang menuliskan keluh kesahnya dalam menghadapi senioritas yang ada di PPDS Anestesi Undip.

Namun sejauh ini, pihak Universitas menepis adanya isu perundungan di wilayah Fakultas Kedokteran Undip sebagaimana disebut dalam pemberitaan media. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.