Waspada! Wabah Flu dan Demam di Tiongkok Melonjak hingga Penuhi Rumah Sakit, Benarkah Mirip Covid Varian Baru?

AKURAT JAKARTA - Rumah sakit di Tiongkok dikabarkan kembali penuh dengan adanya lonjakan pasien dewasa maupun anak-anak dengan gejala demam dan pilek.
Wabah "Flu" yang parah ini dinamai dengan Influenza A dan HMPV yang dikatakan mirip dengan Covid-19, tiga tahun yang lalu.
Rumah sakit di seluruh Tiongkok kewalahan karena banyak anak-anak dan orang dewasa menunjukkan gejala demam dan pilek.
Baca Juga: Cegah Penularan Mpox, Bandara Soetta Bakal Terapkan e-HAC Covid-19
Meskipun secara resmi wabah ini disebut sebagai "Influenza A" dan "Human Metapneumovirus," tetapi banyak yang membandingkan wabah itu dengan lonjakan COVID-19 tiga tahun lalu.
Rumah sakit kewalahan, baik bagian anak-anak maupun orang dewasa penuh, karena pasien muda maupun tua menderita demam.
Beberapa video menunjukkan antrean panjang di bangsal anak-anak hingga larut malam, dengan orang tua yang datang lebih awal untuk mendapatkan perawatan. Ruang infus juga penuh sesak.
Baca Juga: Vaksin COVID-19 Sudah Berbayar Kecuali 6 Masyarakat yang Masuk Dalam Kelompok Rentan
Pada tanggal 25 Desember, blogger video "Please Fei Ge" berbagi bahwa ia dan istrinya baru-baru ini menghadiri sebuah acara di Guangzhou.
Setelah kembali, keduanya mengalami gejala demam, demam tinggi, nyeri tubuh, dan sakit kepala, mirip dengan gejala yang mereka alami saat terinfeksi COVID-19.
Mereka kemudian menemukan bahwa ke-8 atau ke-9 peserta acara tersebut telah terjangkit "influenza tipe A."
Untuk mencegah penularan kepada anak-anak mereka, pasangan tersebut telah diisolasi selama tiga hari, dan masih mengalami demam ringan.
Baca Juga: Kasus Covid 19 di Jakarta Meningkat! Berikut Daftar Vaksin Booster di Puskesmas DKI Jakarta
Ia juga mengingatkan semua orang: "Perasaan ini benar-benar sama seperti saat saya terbakar sinar matahari. Sangat tidak nyaman. Jika Anda masih ingat perasaan saat itu, kenakan masker saat pergi ke tempat ramai."
Video kerumunan besar di rumah sakit anak-anak di seluruh Tiongkok telah bocor di platform sosial dalam beberapa hari terakhir, dan banyak anak menunjukkan gejala seperti demam dan batuk.
Beberapa netizen memposting video yang mengatakan bahwa "flu" musim dingin ini sama kuatnya dengan virus corona baru tiga tahun lalu .
Semua tempat tidur rumah sakit terisi. Tidak hanya bagian pediatrik, tetapi juga bagian dewasa juga tidak tertular demam.
Ada juga video yang menunjukkan bahwa di beberapa rumah sakit, banyak orang yang masih mengantri untuk berobat hingga larut malam. Bahkan ada orang tua yang mengantri di rumah sakit pada pagi hari untuk mendapatkan tempat duduk.
Media resmi Partai Komunis Tiongkok mengklaim bahwa gelombang infeksi ini adalah wabah influenza A. Namun banyak netizen daratan yang mengatakan bahwa gejala influenza A sama persis dengan gejala virus corona baru.
Dilansir dari aboluowang, Li Hongye, kepala dokter wanita dan anak-anak di Rumah Sakit Pusat Zhumadian, mengatakan kepada Elephant News bahwa ini merupakan wabah flu.
"Flu telah memasuki masa wabah. Menurut statistik rumah sakit, jumlah pasien meningkat 10 kali lipat pada bulan Desember dibandingkan bulan November." katanya.
Pada tanggal 27 Desember, Kan Biao, direktur Institut Penyakit Menular di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok menerangkan bahwa influenza telah meningkat secara signifikan.
Baca Juga: Kasus COVID-19 Naik Lagi, Masyarakat Diminta Tetap Disiplin Prokes
“Tingkat positif deteksi virus influenza telah meningkat secara signifikan akhir-akhir ini dan telah memasuki periode epidemi musiman. yang akan terus meningkat dalam beberapa waktu ke depan." terangnya melalui konferensi pers.
Mereka juga mengklaim bahwa infeksi virus corona baru kini berada pada tingkat epidemi yang rendah.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengingatkan bahwa metapneumovirus manusia telah memasuki periode insiden tinggi, dan gejalanya mirip dengan infeksi patogen pernapasan lainnya. Saat ini belum ada obat dan vaksin yang spesifik. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






