Denada Sudah Akui Ressa Rossano Anak Kandungnya, Lalu Siapa Ayahnya? Ini Kata Enrico Tambunan

AKURAT JAKARTA - Artis dan juga penyanyi, Denada Tambunan, akhirnya mengakui bahwa Ressa Rizky Rossano adalah anak kandungnya.
Pengakuan tersebut disampaikan Denada dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @denadaindonesia, pada Senin (2/2/2026).
"Saya Denada Tambunan menyatakan bahwa Ressa Rossano adalah anak kandung saya," ungkap Denada dalam video tersebut.
Baca Juga: Gelar Isra Miraj dan Nisfu Syaban, DPD Golkar DKI Ajak Masyarakat Manfaatkan Teknologi Secara Bijak
Denada pun menyampaikan permohonan maaf kepada Ressa karena telah meninggalkannya sejak pemuda yang kini berusia 24 tahun tersebut dia lahirkan.
“Dan saya betul-betul minta maaf kepada Ressa karena Ressa tidak hidup bersama saya dari mulai dia masih bayi,” sambungnya.
Publik kemudian bertanya-tanya, siapa ayah biologis Ressa Rossano? Spekulasi pun bermunculan. Mulai dari nama artis atau aktor inisial AP, TR, IK hingga ayah tiri Denada.
Adik Denada, Enrico Tambunan, pun ikut angkat bicara kekisruhan seputar jati diri Ressa Rizky Rossano dan juga siapa ayahnya.
Enrico mengaku dirinya baru mengetahui Ressa adalah anak kandung Denada sejak pertengahan tahun 2025.
“Saya tidak tahu, saya baru dikabari oleh tante Ratih lewat chat di pertengahan 2025 kalau Ressa itu anak Mbak Dena,” kata Enrico dalam video yang beredar di medsos, Senin (2/2/2026).
Enrico menyesalkan pernyataan Ratih, pengasuh Ressa sejak bayi, yang mengatakan tahu siapa ayah kandung Ressa, tetapi tak mau memberitahu.
Hal itu disampaikan Ratih yang merupakan adik ipar Emilia Contessa, ibunda Denada, dalam podcast Denny Sumargo, dan telah beredar luas di media social.
Sebab, kata Enrico, seorang pria atau ayah tetap harus bertanggung jawab dan dikejar untuk mengakui perbuatannya.
Enrico pribadi mengaku sudah mencoba bertanya kepada Denada, terkait siapa laki-laki yang menghamilinya pada 24 tahun silam.
“Sementara kita seharusnya pertanyakan laki-laki ini di mana, dan kenapa dia tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Namun bukan jawaban yang ia dapat. Enrico mengungkapkan, Denada akan marah, terguncang, seperti orang mengalami trauma berat atau semacam PTSD, setiap kali ditanya siapa laki-laki pengecut itu.
"Setiap kali saya mencoba membawa omongan itu ke kakak saya, kakak saya sangat amat sedih sekali. Langsung dia gak mau bicara. Dia seperti orang yang PTSD,” ucapnya.
PTSD (post-traumatic stress disorder) adalah gangguan stres pascatrauma atau gangguan mental yang dipicu oleh peristiwa yang menyakitkan dan menakutkan.
Enrico menggambarkan kondisi Denada yang begitu terpukul dan trauma dengan peristiwa kehamilan di luar nikah itu.
“Kalau ngomongin masalah itu, dia (Denada) seperti orang yang mukanya sedih campur marah. Dia gak mau ngomongin, gak mau bicarain. Saya juga amat kasihan, dan seperti ada rasa sakit hati luar biasa kalau saya coba mencari tahu dan mengkonfirmasi siapa ayahnya,” katanya.
Oleh sebab itu, Enrico sangat kecewa kepada Ratih dan keluarganya, yang mengaku tahu siapa ayah kandung Ressa, namun tak mau memberitahu.
Baca Juga: Kemenkes Keluarkan SE Kewaspadaan Virus Nipah, Dinkes DKI Imbau Warga Tingkatkan Higienitas Pangan
“Ini yang menjadi kekecewaan saya yang luar biasa; kalau di dalam podcast itu Tante Ratih tahu siapa bapaknya, kenapa yang tante serang adalah malah keponakan sendiri (Denada). Harusnya kan bapaknya. Dia lah yang harusnya memberikan nafkah utama, dia yang harusnya bertanggung jawab," terangnya.
"Sekarang, sudah kakak saya ditinggalin, kakak saya harus menanggung beban yang luar biasa sendiri, dan sekarang dijatuhkan lagi, bukan malah dilindungi,” jelas Enrico.
Enrico menjelaskan seorang perempuan yang sudah tersakiti begitu dalam, semestinya mendapatkan perlindungan.
“Karena kalau saya pikir di dalam keluarga lain, logisnya kalau terjadi seperti itu terhadap keluarga perempuan, maka semuanya harus melindungi," katanya.
"Ini yang harus bertanggung jawab adalah laki-lakinya. Kalau tante (Ratih) tahu laki-lakinya siapa, seharusnya yang diserang adalah laki-laki itu,” jelasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





