Jakarta

Terkuak Sudah Curahan Hati Risma, Mahasiswi PPDS Anestesi Undip yang Meninggal Bunuh Diri di Kamar Kos

Titania Isnaenin | 16 Agustus 2024, 10:48 WIB
Terkuak Sudah Curahan Hati Risma, Mahasiswi PPDS Anestesi Undip yang Meninggal Bunuh Diri di Kamar Kos

AKURAT JAKARTA - Kasus kematian dr. Aulia Risma Lestari masih belum menemui titik terang.

Pihak kepolisian yang telah melakukan olah kejadian perkara menyebut telah menemukan bukti buku diary korban di kamar kosnya yang berada di kawasan Lempongsari, Gajahmungkur, Semarang.

Catatan harian tersebut berisi keluh kesah korban yang diduga mengalami senioritas semasa pendidikannya di PPDS Anestesi Undip.

Baca Juga: Beredar di Media Sosial, Tata Krama Istri Residen Anestesi Bocor, Wajib Ikuti Peraturan Jika Tak Mau Suami Kena Sanksi

Namun, isu perundungan di wilayah pendidikan PPDS Anestesi dibantah langsung pihak Universitas.

Diwakilkan oleh Manajer Layanan Terpadu dan Humas Universitas Diponegoro, Utami Setyowati, pihak Universitas menepis adanya dugaan perundungan.

"Mengenai pemberitaan meninggalnya almarhumah, berkaitan dengan dugaan perundungan yang terjadi, dari investigasi internal kami, hal tersebut tidak benar," ucapnya pada Kamis (15/8) lalu.

Baca Juga: Pasal Anestesi Beredar di Media Sosial, Diduga Jadi Bukti Bullying Mahasiswi PPDS Aulia Risma Lestari Bunuh Diri

Adapun di media sosial, beredar informasi yang dikirim secara anonim terkait bukti tindakan senioritas yang dialami ARL selama bekerja di RSUP Kariadi Semarang.

Salah satunya adalah buku diary Risma yang mencerminkan adanya tekanan yang dialami.

Catatan tersebut tertanggal 5 Juli 2024, terlihat dari kata-kata korban, bahwa ia selama ini merasa kesakitan yang amat luar biasa.

Baca Juga: Diminta Pihak Keluarga Cabut Laporan, Benarkah Cut Intan Nabila dan Armor Toreador Bakal Rujuk?

Berikut adalah kutipan buku diary dr. Aulia Risma Lestari yang viral di media sosial :

1 semester aku berjuang di sini.

Terlalu berat untukku

Sakit sekali.

Beban fsiknya begitu besar.

Aku ingin berhenti.

Sakit sekali, sungguh sakit.

Rasanya masih sama,

Aku ingin berhenti.

Aku tidak sanggup setiap hari bekerja seperti ini.

Ada yang bisa menolong saya?

Apa Tuhan tau saya tersiksa?

Apa Tuhan tau aku kesakitan?

Kenapa di setiap aku berharap.

Tidak pernah ada jawabannya.

Apa Tuhan membenciku?

Aku selalu menjerit mohon pertoongan.

Baca Juga: Selain Karena Dibully, Rekan Seperjuangan Dokter PPDS Anestesi yang Bunuh Diri di Kamar Kos, Ungkap Jam Jaga yang Tak Masuk Akal

Tapi kenapa aku dibiarkan?

Apa aku dilahirkan hanya untuk mengakhiri?

Seni kehidupan mana yang kulihat dahulu sehingga aku setuju untuk memililih dilahirkan?

Aku tidak serta merta menyerah tanpa berusaha.

Aku sudah menanggung banyak.

Aku manusia biasa.

Punggungku terasa amat sangat sakit setiap pulang.

Pulang dini hari, bukan duduk-duduk saja.

Aku merasakan sakit yang luar biasa mala mini.

Aku tidak sanggup lagi meneruskan siklus ini.

Aku mohon, maafkan aku.

Maafkan aku yang menyerah.

Aku sudah berjuang.

Aku sudah sangat berusaha.

Baca Juga: Bunuh Diri Karena Tak Kuat Dibully Senior, Mahasiswi PPDS Anestesi Undip Tenyata Ingin Berhenti Sejak Awal Semester

Aku mohon,

Aku mohon.

Aku tidak sanggup lagi.

Bila harus menanggung lebih lama lagi.

Aku sendirian, aku berjuang sendiri.

Tidak ada yang menolongku.

Aku tidak ingin sesakit ini lebih lama lagi.

Semoga Tuhan mengampuniku.

Tuhan, aku sakit.

Aku mohon tempat aku pulang

Hingga akhirnya, Risma memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan menyuntikkan obat bius jenis Roculax dan ditemukan tewas pada Senin, 12 Agustus 2024. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.