Jakarta

Miris, Remaja 14 Tahun Tega Bunuh Ayah dan Neneknya Sendiri Karena Bisikan Gaib

Titania Isnaenin | 2 Desember 2024, 17:10 WIB
Miris, Remaja 14 Tahun Tega Bunuh Ayah dan Neneknya Sendiri Karena Bisikan Gaib

 

AKURAT JAKARTA - Kemarin, publik digegerkan dengan peristiwa mengenaskan dari bocah berusia 14 tahun yang tega bunuh ayah dan juga neneknya sendiri pada Sabtu, (30/11) dini hari.

Kejadian berdarah tersebut terjadi di Perumahan Bona Indah, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

Bocah 14 tahun berinisial MAS secara sadis menghabisi nyawa ayah dan neneknya sendiri menggunakan sebilah pisau pada pukul 01.00 dini hari.

Menurut keterangan kepolisian, korban APW (40) dan RM (69) meninggal setelah mengalami sejumlah tusukan di beberapa bagian tubuh.

Keduanya ditemukan tak bernyawa di lantai dasar rumah hingga kemudian berhasil dievakuasi.

Baca Juga: Pemuda Penyandang Disabilitas Tunadaksa Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Perkosaan, Begini Penjelasan Polisi

Pelaku Dikenal Baik

Usai kejadian tersebut, MAS alias pelaku mengaku telah menyesali perbuatannya.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kombes Pol Ade Rahmat Idnal pada Minggu (1/12).

Pelaku bahkan menunjukkan rasa sedih yang mendalam dan sempat khawatir dengan kondisi ibunya yang selamat dari kebrutalannya.

"Tadi yang bersangkutan (MAS) juga sangat sedih, menunjukkan penyesalan yang sangat mendalam," tutur Ade.

"Dia sendiri mempertanyakan bagaimana kondisi ibunya. Dia sangat menyesal mengenai kejadian ini" sambungnya.

Hingga sampai saat ini, korban AP (40) yang merupakan ibu kandung pelaku masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Fatmawati.

Korban mengalami luka tusuk dan mengalami luka berat.

 

Mendapat Bisikan Gaib

Menurut keterangan pelaku, MAS melakukan aksi kriminalitas tersebut diduga karena bisikan gaib.

Pelaku mengaku mendengar bisikan yang menyuruhnya untuk membunuh anggota keluarganya sendiri.

Hal tersebut diungkap oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Gogo Galesung.

Ia menyebut bahwa pelaku merasa terganggu oleh bisikan yang didengarnya.

"Dia merasa tidak bisa tidur, ada hal-hal yang membisiki dan meresahkannya," ujar Gogo mengutip dari ANTARA.

Meski begitu, Gogo menuturkan bahwa sampai saat ini, pihak kepolisian sedang mendalami motif pembunuhan bocah 14 tahun tersebut.

"Masih terlalu dini untuk menyimpulkan apakah ada motif dendam," kata dia. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.