Jakarta

4 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Ini Bakal Jadi Sentra Budidaya Semangka, Bupati Maesyal Berikan Bantuan Alsintan ke Para Petani

Sastra Yudha | 16 April 2025, 07:59 WIB
4 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Ini Bakal Jadi Sentra Budidaya Semangka, Bupati Maesyal Berikan Bantuan Alsintan ke Para Petani

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) mencanangkan sentra budidaya buah Semangka di 4 kecamatan di Kabupaten Tangerang.

Pencanangan program budidaya hortikultura semangka secara massif ini berlangsung di Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, pada Selasa (15/4/2025).

Pencanangan program budidaya hortikultura semangka ini dilakukan langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid.

Baca Juga: Pasca Lebaran Idulfitri 2025, Legislator Golkar Minta Pemprov Perketat Pengawasan dan Kontrol Peningkatan Jumlah Penduduk

Pencanangan program ini ditandai dengan penyerahan secara simbolik bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta sarana produksi pertanian kepada para petani semangka.

Selain itu, juga dilakukan penanaman perdana buah semangka oleh Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, sebagai simbol dimulainya program budidaya semangka.

Program budidaya semangka ini mencakup lahan seluas 10 hektar, yang tersebar di beberapa lokasi di 4 kecamatan, yaitu:

• 5 hektare di Kecamatan Mauk

• 3 hektare di Kecamatan Kemiri

• 1 hektare di Kecamatan Kronjo

• 1 hektare di Kecamatan Teluknaga

Bantuan yang diberikan meliputi benih semangka unggul, pupuk kimia (NPK dan urea), pupuk organik, mulsa plastik, pompa air, serta dua unit kultivator masing-masing satu unit untuk Kecamatan Mauk dan Kemiri.

Bantuan diserahkan secara merata kepada kelompok tani penerima manfaat untuk mendukung kelancaran program budidaya semangka ini hingga masa panen.

Baca Juga: Aksi Berani Green Day di Coachella 2025, Ubah Lirik Lagu Demi Solidaritas untuk Palestina

Bupati Maesyal mengatakan, bantuan ini diberikan dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di wilayah Kabupaten Tangerang.

"Bantuan ini diberikan sebagai bagian dari upaya pengembangan budidaya hortikultura, khususnya tanaman semangka dan berbagai jenis sayuran, untuk peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani," katanya.

Bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal ini menambahkan, budidaya semangka memiliki potensi ekonomi yang cukup besar.

Untuk satu hektare, petani bisa menghasilkan sekitar 6.000 buah semangka dalam waktu sekitar 2,5 bulan.

Dengan rata-rata berat 7 kg per buah dan harga jual Rp 4.000/kg, potensi pendapatan bisa mencapai Rp 168 juta perpanen.

Setelah dikurangi ongkos produksi dan lain-lain, laba bersih yang bisa didapatkan petani bisa mencapai Rp 120 juta.

"Program ini merupakan bagian dari lanjutan kebijakan nasional yang sejalan dengan arahan Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, dalam upaya memperkuat sektor pangan dan kesejahteraan masyarakat desa," ujarnya.

Baca Juga: Deretan Universitas Terbaik di Jakarta Versi Edurank, Binus Jadi Juaranya

Karena itu, lanjut Maesyal, dukungan dan kolaborasi lintas sektor serta semangat gotong royong dan pemanfaatan teknologi dalam pertanian sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.

Pemkab Tangerang terus berupaya membantu para petani, tidak hanya memberikan bantuan bibit dan sarana peralatan pertanian, juga memberikan pendampingan, bimbingan dan pelatihan bagi para petani agar mereka bisa lebih maju.

"Pemerintah hadir tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga dorongan untuk perubahan pola pikir dan cara kerja yang lebih maju," katanya.

"Petani harus siap dengan teknologi, dengan sistem tanam yang efisien, dan yang paling penting, harus mau bekerja dan menanam. Insya Allah hasilnya akan berlipat ganda," ungkapnya.

Pemkab Tangerang akan menggandeng berbagi pihak untuk pemanfaatan lahan tidur agar bisa dimanfaatkan menjadi lahan produktif dan dapat memberikan nilai lebih kepada para petani penggarapnya.

"Diharapkan melalui program ini, lahan-lahan tidur bisa dimanfaatkan secara maksimal, serta menjadi sarana edukasi praktik pertanian modern," tegasnya.

Pemerintah, lanjut Maesyal, juga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi dan memfasilitasi kebutuhan kelompok tani secara bertahap dan merata.

Baca Juga: Aerox Alpha dan Nmax Turbo Harus Waspada! Raja Baru di Segmen Skutik 150CC Akan Segera Hadir, Ini Dia All New Honda Beat Genesis 2025

Sementara Kepala Dinas PKP Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika Sutrisno, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan Pemkab Tangerang terhadap program nasional ketahanan pangan.

“Tanpa intervensi dari pemerintah daerah, keberhasilan program pangan tidak akan maksimal. Maka dari itu, kami hadir mendampingi petani bersama stakeholder lainnya agar pertanian tetap kuat dan menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” ujarnya.

Program ini diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat. Berdasarkan analisa usaha tani, satu hektar lahan semangka dapat menghasilkan sekitar 6.000 buah dengan berat rata-rata 7 kg, dan harga jual sekitar Rp.4.000 per kg.

Dengan demikian, omzet per hektar dapat mencapai Rp.168 juta. Jika seluruh 10 hektar berhasil, potensi perputaran ekonomi di wilayah penerima bisa mencapai Rp.1,68 miliar per musim tanam.

“Kami harap petani dapat menggunakan hasil panennya untuk melanjutkan usaha tani secara mandiri. Program ini harus bergulir dan berkembang. Semoga ke depan semakin luas dan berdampak besar bagi kesejahteraan petani,” pungkas Asep. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.