Jakarta

BGN Perketat Distribusi Makan Bergizi Gratis Demi Cegah Keracunan

Anggerhana Denni Rahmawati | 3 Mei 2025, 13:17 WIB
BGN Perketat Distribusi Makan Bergizi Gratis Demi Cegah Keracunan

 

AKURAT JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat prosedur distribusi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah munculnya kembali kasus keracunan di beberapa daerah.

Langkah ini diambil sebagai bentuk koreksi dan pencegahan agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa pengetatan pertama dilakukan pada protokol keamanan saat pengantaran makanan dari dapur ke sekolah.

Baca Juga: Kasus Keracunan MBG di Jabar, BGN Lakukan Investigasi Menyeluruh untuk Cegah Kejadian Terulang

Pengetatan distribusi juga mencakup pembatasan waktu maksimal pengiriman makanan agar kualitas tetap terjaga saat sampai di tangan siswa.

Selain itu, BGN memperkuat mekanisme distribusi di lingkungan sekolah, termasuk proses penyimpanan serta penyerahan makanan kepada para siswa.

Upaya ini ditujukan agar makanan yang diberikan tidak hanya bernutrisi, tetapi juga aman dikonsumsi.

Baca Juga: Bersama Jamintel Kejagung, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid Pantau Pelaksanaan Program MBG untuk Sekolah Khusus di Perum Sudirman

Langkah berikutnya adalah menetapkan batas toleransi waktu antara saat makanan diterima hingga harus dikonsumsi, guna mencegah pembusukan.

BGN juga menetapkan kewajiban uji organoleptik yang meliputi tampilan, aroma, rasa, dan tekstur makanan sebelum dibagikan kepada para siswa.

Ini merupakan langkah penting dalam menjamin mutu makanan sebelum dikonsumsi.

Baca Juga: Hari Pertama Kerja Sebagai Wabup Tangerang, Intan Nurul Hikmah Langsung Tancap Gas Tinjau Penyaluran MBG untuk Bumil dan Balita

Kasus keracunan MBG baru-baru ini terjadi di Kota Bandung dan Kabupaten Tasikmalaya.

Di Bandung, sebanyak 342 siswa SMP Negeri 35 mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG pada 29 April.

Sementara itu, di Tasikmalaya, Dinas Kesehatan setempat menangani 25 pelajar SD dan SMP yang juga mengalami gejala serupa usai menyantap makanan dari program MBG.

Baca Juga: Lepas 393 Jamaah Haji Kloter Pertama dari Kabupaten Tangerang, Bupati Maesyal: Hindari Ucapan dan Perilaku yang Dapat Mengurangi Nilai Ibadah!

Menanggapi hal ini, Dadan Hindayana meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil investigasi resmi dari BGN.

Ia menegaskan bahwa informasi akan terus diperbarui melalui kanal komunikasi resmi lembaga tersebut.

“Kami memahami kekhawatiran yang muncul di tengah masyarakat. Untuk itu kami mengimbau seluruh pihak agar tetap tenang dan menunggu hasil resmi investigasi. BGN akan terus menyampaikan informasi secara terbuka dan bertanggung jawab,” ujar Dadan.

Baca Juga: Lantik 29 Koordinator Olahraga Kecamatan, Bupati Maesyal Rasyid Minta KOK se-Kabupaten Tangerang Identifikasi dan Bina Potensi Atlet Lokal

BGN berkomitmen menjaga kepercayaan publik serta memastikan bahwa Program MBG terus menjadi solusi pemenuhan gizi anak-anak Indonesia secara aman dan bermanfaat.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesehatan generasi muda tanpa mengabaikan aspek keselamatan konsumsi.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.