Setelah Insiden Maut, Pendakian di Tiga Gunung di Bondowoso Ini Ditutup Total

AKURAT JAKARTA - Perhutani KPH Bondowoso baru saja mengeluarkan keputusan penting terkait aktivitas pendakian di wilayahnya.
Tiga gunung yang berada di kawasan Bondowoso, yakni Gunung Saeng di Kecamatan Binakal, Gunung Piramid di Kecamatan Curahdami, dan Gunung Gul-gulan di Kecamatan Grujugan, kini resmi ditutup untuk para pendaki.
Langkah ini diambil setelah berbagai insiden tragis yang melibatkan pendaki dalam beberapa tahun terakhir.
Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, mengonfirmasi larangan ini pada Rabu (7/5/2025).
"Kami melarang pendakian di ketiga gunung itu," tegasnya.
Munir menjelaskan bahwa keputusan ini bukan tanpa alasan.
Baca Juga: Gegara Sengketa Lahan, Gerbang SD Utan Jaya Depok Digembok, Siswa Terpaksa Belajar dari Rumah
Ketiga gunung tersebut memiliki medan yang sangat berbahaya dengan topografi yang ekstrem.
Jalur menuju puncak gunung dipenuhi dengan tebing curam di kedua sisinya, menjadikannya sangat berisiko bagi para pendaki.
"Secara topografi, medannya sangat terjal, serta aksesnya sangat sulit. Karena kanan kiri tebing curam," tambahnya.
Untuk memperkuat larangan ini, pihak Perhutani berencana memasang papan peringatan di berbagai titik masuk menuju gunung-gunung tersebut.
Tak hanya itu, patroli rutin juga akan dilakukan untuk memastikan tidak ada pendaki yang melanggar aturan ini.
Selain upaya pencegahan, Munir menegaskan pihaknya siap mengambil langkah hukum jika ada yang tetap nekat mendaki tanpa izin.
Baca Juga: Tragedi Maut di Kalijambe: Dump Truk Rem Blong Tabrak Rombongan Takziah, 11 Orang Tewas di Tempat
"Tapi kita lakukan upaya persuasif dulu, memberikan imbauan dan melakukan patroli rutin," jelasnya.
Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan keselamatan para pendaki.
Beberapa insiden tragis sebelumnya menjadi alasan kuat diberlakukannya larangan ini.
Baca Juga: Dampingi Wapres Gibran ke NTT, Mentan Amran Komitmen Terus Dorong Kemajuan Pertanian
Pada tahun 2019, seorang pendaki bernama Thoriq dilaporkan terjatuh di Gunung Piramid dan baru ditemukan 12 hari kemudian.
Beberapa tahun setelahnya, Multazam juga mengalami nasib serupa di gunung yang sama.
Baru-baru ini, pada Kamis (1/5/2025), seorang pendaki asal Jember, Fahrul Hidayatullah (18), terjatuh ke jurang di Gunung Saeng dan jenazahnya baru bisa dievakuasi empat hari kemudian.
(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 7Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


