Pemkab Tangerang Luncurkan Program Gerakan Cegah Stunting, Tahun 2025 Ditarget Menyasar 6.520 Balita dan 900 Ibu Hamil

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang meluncurkan program Gerakan Cegah Stunting di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang, pada Rabu (6/8/2025).
Gerakan Cegah Stunting adalah upaya pemerintah dan masyarakat untuk mencegah terjadinya stunting pada anak, yaitu kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis.
Stunting dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik dan kognitif anak, serta meningkatkan risiko penyakit di masa depan.
Baca Juga: Menelusuri Pesona Kota Tua Jakarta: 8 Tempat Wisata Terbaik yang Wajib Dikunjungi
Gerakan ini melibatkan berbagai upaya, mulai dari edukasi, pemberian makanan bergizi, hingga pemantauan kesehatan ibu dan anak secara rutin.
Peluncuran Gerakan Cegah Stunting di Kabupaten Tangerang dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Soma Atmaja, yang mewakili Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid.
Dalam sambutannya, Sekda Soma mendorong organisasi wanita dan organisasi lainnya untuk menguatkan sinergi dan kolaborasi dalam upaya pencegahan stunting.
"Saya berharap melalui organisasi tempat ibu-ibu semua bernaung, seperti Aisyiyah, Muslimat NU, BKMT, Forum Kader, Bhayangkari, Persit, dan lainnya dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam upaya pencegahan stunting, khususnya di lingkungan masing-masing," ujar Soma.
Menurutnya, program percepatan pencegahan dan penurunan Stunting ini harus melibatkan banyak pihak dan dari lintas sektor, yang menjadi kekuatan besar dalam pelaksanaannya.
Peran wanita, lanjutnya, khususnya para ibu sangat strategis dan dibutuhkan untuk menanamkan kesadaran, membangun kepedulian, dan mendorong perilaku hidup sehat sejak dini di tengah masyarakat.
"Bergandengan tangan dalam konteks pencegahan stunting bukan sekadar slogan, melainkan sebuah prinsip esensial yang menjadi kunci keberhasilan," tegasnya.
Karena itu, kolaborasi lintas sektor ini sangat penting untuk menurunkan angka stunting secara signifikan dan menciptakan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang memiliki komitmen yang sangat kuat dalam upaya percepatan dan penurunan stunting di Kabupaten Tangerang.
Salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menurunkan angka stunting adalah dengan menggalakkan Gerakan Cegah Stunting ini.
Tidak hanya melalui penyuluhan dan sosialisasi, tetapi juga dengan intervensi langsung kepada sasaran strategis, khususnya ibu hamil dan balita.
"Berdasarkan hasil kegiatan Grebek Posyandu tahun 2025, persentase balita yang mengalami stunting tercatat sebesar 7,3%, atau setara dengan 15.175 balita secara absolut," ungkapnya.
Baca Juga: Peran Strategis Orang Tua dan Sekolah dalam Mencegah Bullying Sejak Dini
Dia berharap dengan komitmen, dedikasi dan sinergi yang kuat dan berkelanjutan dapat meningkatkan status gizi masyarakat serta menurunkan angka stunting di Kabupaten Tangerang.
"Tujuannya adalah demi terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing," pungkasnya.
Sementara Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Sri Indriyani, melaporkan bahwa Gerakan Cegah Stunting ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Stunting, dampak dan langkah-langkah pencegahannya.
"Kegiatan ini dilaksanakan 2 kali, pada hari Senin dan Rabu hari ini, dengan jumlah 250 peserta yang berasal dari berbagai organisasi wanita, Forum Posyandu, kader dan tenaga pelaksana gizi Puskesmas," ungkapnya.
Sri menambahkan, upaya pencegahan Stunting di Kabupaten Tangerang pada tahun 2025 direncanakan menyasar sekitar 6.520 balita dan 900 ibu hamil.
Salah satu bentuk kegiatannya adalah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang.
Selain itu, terdapat juga dana dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Kemenkes RI. Lewat dana ini, PMT akan diberikan kepada 6.333 balita dan 1.790 ibu hamil.
Baca Juga: Serunya Flona 2025 di Jakarta, Ini Cara Termudah ke Lokasi Naik Transjakarta
"Jadi total penerima PMT tahun 2025 ini adalah 12.823 balita dan 2.690 ibu hamil," ungkapnya.
Selain itu, juga tersedia Pangan Kebutuhan Medis Khusus (PKMK) untuk balita Stunting dan Pangan Diet Khusus (PDK) untuk balita gizi kurang dan formula untuk tata laksana balita gizi buruk," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di La Liga, 20 September 2026: Duel Tim Kejutan di Riazor
- 2Prediksi Skor Leeds United vs Crystal Palace di Premier League, 20 September 2026: Mampukah The Whites Pertahankan Tren Positif?
- 3Prediksi Skor Villarreal vs Levante di La Liga, 20 September 2026: Mampukah El Submarino Amarillo Lanjutkan Momentum?
- 4Prediksi Skor Juventus vs Atalanta di Serie A, 20 September 2026: Bianconeri Ingin Lanjutkan Momentum Eropa
- 5Pengumuman Resmi! Berikut Daftar Peraih Medali Emas OSN SMA Sederajat 2026, Dari Matematika hingga Inovator AI
- 6Prediksi Skor Bayer Leverkusen vs RB Leipzig di Bundesliga, 20 September 2026: Adu Momentum di BayArena
- 7Prediksi Skor Fulham vs Manchester United di Premier League, 20 September 2026: Misi The Red Devils Bangkit di Craven Cottage
- 8Lowongan Kerja di MRT Jakarta Tahun 2026: Buka 19 Formasi Lulusan SMA/SMK hingga S1, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






