Jakarta

Pemkab Tangerang Siapkan Model Penguatan Ekonomi Pesisir, Bupati Maesyal: Kita Ingin Jadi Contoh Nyata Bagaimana Blue Economy Dapat Berjalan

Sastra Yudha | 19 September 2025, 07:35 WIB
Pemkab Tangerang Siapkan Model Penguatan Ekonomi Pesisir, Bupati Maesyal: Kita Ingin Jadi Contoh Nyata Bagaimana Blue Economy Dapat Berjalan

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus mengembangkan potensi pesisir laut untuk penguatan ekonomi, dengan mengusung konsep ekonomi biru atau blue economy.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa penguatan ekonomi biru bukan sekadar program jangka pendek, melainkan visi pembangunan daerah yang terintegrasi dengan agenda nasional.

"Konsep ekonomi biru ini bukan sekadar program jangka pendek. Ini adalah konsep jangka panjang yang terintegrasi dengan agenda nasional. Karena itu harus ada dukungan dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media," tegasnya.

Baca Juga: Jangan Lupa Malam Ini! Konser Muse Siap Guncang Jakarta, Tiket Masih Tersedia Simak Info Lengkapnya

Hal itu ditegaskan Bupati Maesyal saat memberikan sambutan dalam acara diskusi Sinergi Kampung Ekonomi Biru di Ketapang Urban Aquaculture, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (18/9/2025).

Bupati Maesyal berharap semua pihak secara bersama-sama memanfaatkan potensi laut dan pesisir menjadi sebuah kekuatan dalam pengembangan kebijakan ekonomi biru.

“Dengan meningkatkan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, kita ingin menjadikan perekonomian masyarakat pesisir semakin sejahtera dan berdaya saing,” ujarnya.

Diungkapkan Bupati Maesyal, kekayaan pesisir Kabupaten Tangerang yang terbentang sepanjang 51 kilometer dengan luas pantai mencapai 325 hektare merupakan anugerah besar yang harus diolah dengan bijak.

"Potensi itu mencakup kawasan minapolitan di Kronjo dan Teluknaga dengan tambak seluas lebih dari 8.200 hektare, hutan mangrove di Desa Ketapang yang memiliki 720 ribu batang dari 16 spesies termasuk yang langka," ungkapnya.

Baca Juga: Gara-gara Cekcok, Kontrakan di Kompleks DPR Ludes Terbakar

Selain itu, ada juga deretan destinasi wisata bahari populer seperti Pantai Tanjung Pasir, Pulau Cangkir, dan Tanjung Kait.

Tak hanya itu. Bupati Maesyal juga menyinggung soal potensi kuliner laut seperti di Kampung Cituis, Pakuhaji, yang akan jadi pintu masuk menuju wisata Kepulauan Seribu.

“Identitas budaya pesisir kita tidak boleh hilang. Festival pesisir yang rutin kita gelar adalah upaya menjaga warisan tradisi sekaligus memperkuat daya tarik wisata lokal,” ucapnya.

Bupati juga menegaskan bahwa Pemkab Tangerang telah melakukan sejumlah langkah nyata, mulai dari program penanaman kembali mangrove untuk mencegah abrasi, pengembangan infrastruktur wisata di Teluknaga, hingga pemberdayaan nelayan dan UMKM yang berbasis hasil laut.

Dalam waktu 5-10 tahun mendatang, Kabupaten Tangerang bisa mengembangkan pesisirnya sebagai pusat ekonomi biru yang berkelanjutan dan saling berkaitan.

Baca Juga: Geopark Ijen Resmi Jadi Warisan Dunia, 5 Faktanya Bikin Kagum

“Kami ingin membangun desa-desa wisata bahari dengan fasilitas ramah lingkungan. Kawasan minapolitan akan dikelola dengan prinsip keberlanjutan. Nelayan dan UMKM pesisir harus mendapat akses lebih luas pada modal, pasar, dan teknologi," tegasnya.

Dan yang tidak kalah penting, lanjutnya, investasi harus diarahkan untuk mendukung konservasi sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.

Bupati Maesyal menegaskan, keberhasilan visi besar ini tidak bisa dicapai hanya oleh pemerintah daerah. Diperlukan sinergi pentahelix antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.

“Kita ingin pembangunan ini bukan hanya menumbuhkan ekonomi, tetapi juga melestarikan laut, mangrove, dan pesisir kita. Saya yakin, dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, mimpi ini bisa kita wujudkan,” serunya.

“Kita ingin menjadikan Kabupaten Tangerang sebagai contoh nyata bagaimana Blue Economy dapat berjalan: ekonomi tumbuh, masyarakat sejahtera, dan lingkungan tetap lestari. Saya yakin, dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, mimpi ini bisa kita wujudkan,” pungkasnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Liverpool vs Everton di Premier League, 20 September 2025: Derbi Merseyside Sarat Drama di Anfield

Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono menambahkan bahwa inisiatif Kampung Ekonomi Biru menjadi tonggak kolaborasi lintas sektor yang baru pertama kali dilakukan.

“Kegiatan ini merupakan kolaborasi pertama dengan Kemenko Infrastruktur Republik Indonesia, Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, serta institusi pendidikan seperti IPB dan Swiss German University. Kami juga melibatkan komunitas pesisir dan dunia usaha melalui Agung Sedayu Group,” jelasnya.

Menurut Ujang, keterlibatan sektor swasta dalam bentuk pendampingan CSR sangat penting. Salah satunya, bagaimana masyarakat bisa mengolah hasil tangkapan laut menjadi produk bernilai tambah, serta memanfaatkan tanaman mangrove untuk keperluan ekonomi.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah memperbaiki kondisi lingkungan pesisir agar lebih baik. Dari situ kita ingin masyarakat juga merasakan manfaat ekonomi, baik dari hasil olahan ikan maupun dari inovasi pemanfaatan mangrove yang memiliki nilai ekonomi,” katanya.

Momentum peringatan Hari Mangrove Sedunia tahun ini, lanjut Ujang, diharapkan menjadi titik awal inisiasi program jangka panjang yang akan memperkuat ketahanan ekonomi pesisir Kabupaten Tangerang.

Baca Juga: Hati-hati, Sering Konsumsi Matcha Dapat Sebabkan Gangguan Kesehatan Jantung, Ini Alasannya

Dengan arah strategi pembangunan pesisir yang inklusif, fokus pada infrastruktur terintegrasi, penguatan ekonomi lokal, pengembangan ekowisata bahari, rehabilitas lingkungan, serta kemitraan multi-pihak diharapkan dapat membantu pengembangan ekonomi biru. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.