Jakarta

Kementan Gelar Bimtek Pengawalan Brigade Pangan, Optimalkan Swasembada Nasional

Ainun Kusumaningrum | 25 September 2025, 16:34 WIB
Kementan Gelar Bimtek Pengawalan Brigade Pangan, Optimalkan Swasembada Nasional

AKURAT JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengadakan bimbingan teknis (bimtek) bagi para penyuluh.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas mereka dalam mengawal serta mendampingi Program Brigade Pangan (BP).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengoptimalkan lahan pertanian dengan cara yang modern, profesional, dan berorientasi bisnis.

Baca Juga: Pembangunan Sentra Fauna dan Kuliner Jakarta di Lenteng Agung Sudah Capai 85 Persen, Kadis PPKUKM Pastikan Rampung Akhir September 2025

"Melalui BP, Kementan berupaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan," ujar Mentan, Rabu (24/9).

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, I Gusti Made Ngurah Kuswandana, menambahkan bahwa peran Brigade Pangan dan penyuluh sangat penting dalam mewujudkan keberhasilan swasembada.

Salah satu narasumber bimtek, Dedy Nursyamsi, menekankan bahwa pengawalan intensif oleh penyuluh adalah kunci untuk menciptakan Brigade Pangan yang mandiri dan menguntungkan.

Baca Juga: Jangan Lupa! Solo Art Market Edisi Ke-120 Digelar di Ngarsopuro Akhir Pekan ini, Berikut Rangkaian Acaranya

Dedy juga menyampaikan bahwa mulai 1 Januari, seluruh penyuluh pertanian akan menjadi pegawai pusat, sehingga program nasional dapat berjalan lebih terintegrasi.

Dalam bimtek ini, disampaikan pula capaian Program Brigade Pangan. Hingga 19 September, sudah terbentuk 1.771 BP Pangan, dan hampir seluruhnya mampu mengoperasikan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Selain itu, total omzet yang berhasil dicatat Brigade Pangan di beberapa daerah juga mencapai angka yang signifikan, seperti di Sulawesi Selatan dengan omzet Rp300 juta dan Papua Merauke dengan omzet Rp6 miliar.

Naseh, narasumber dari PT Arkatama Solusindo, memperkenalkan aplikasi e-Monev sebagai instrumen strategis untuk memantau pendampingan secara transparan dan terukur.

Aplikasi ini memungkinkan pendamping untuk menginput laporan kegiatan yang dapat dipantau secara langsung.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.