Jakarta

Jelang Tahun Baru, Densus 88 Amankan Terduga Teroris di DKI Jakarta dan Berbagai Wilayah

Ainun Kusumaningrum | 31 Desember 2025, 11:18 WIB
Jelang Tahun Baru, Densus 88 Amankan Terduga Teroris di DKI Jakarta dan Berbagai Wilayah

AKURAT JAKARTA – Densus 88 Antiteror Polri melakukan langkah preventif besar dalam mengamankan momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Sebanyak tujuh terduga teroris berhasil diringkus dari jaringan Negara Islam Indonesia (NII) dan Ansharuh Daulah (AD) di beberapa titik, termasuk DKI Jakarta.

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, mengungkapkan bahwa dari tujuh orang tersebut, dua tersangka terafiliasi dengan NII di Sumatra Utara.

Baca Juga: Malam Tahun Baru di Jakarta: Tanpa Kembang Api, Diisi Doa Lintas Agama dan Pertunjukan Drone

Keduanya diduga memiliki peran strategis dalam struktur organisasi tersebut.

Sementara itu, lima tersangka lainnya merupakan anggota kelompok Ansharuh Daulah. Mereka diringkus di lokasi terpisah yang meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Papua.

"Mereka adalah pendukung Daulah (ISIS) yang aktif menyerukan propaganda dan seruan untuk melakukan aksi teror," tegas Mayndra di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Baca Juga: BMKG Prediksi Jakarta Diguyur Hujan pada Malam Pergantian Tahun

Waspadai Radikalisme Anak Dalam Rilis Akhir Tahun 2025 di Mabes Polri, Kabareskrim Polri Komjen Pol Syahardiantono membeberkan pencapaian krusial Densus 88 sepanjang tahun ini. Salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah terungkapnya jaringan radikalisme yang menyasar anak di bawah umur melalui rekrutmen daring (online).

Jaringan ini melibatkan lima tersangka yang menargetkan 110 anak di 23 provinsi. Tak hanya itu, Densus juga menangani 68 anak di 18 provinsi yang terpapar ideologi kekerasan ekstrem, seperti neo-Nazi dan white supremacy, melalui grup percakapan TCC.

"Mereka ditemukan telah menguasai berbagai senjata berbahaya dengan rencana aksi yang menyasar lingkungan sekolah serta teman sejawat mereka," ungkap Komjen Syahardiantono.

Komitmen Zero Terrorist Attack Keberhasilan menangkap tujuh tersangka menjelang pergantian tahun ini sekaligus menggagalkan empat rencana aksi terorisme oleh kelompok Ansharuh Daulah sepanjang 2025.

Langkah tegas ini diambil demi mempertahankan status "zero terrorist attack" atau nol serangan teror di tanah air.

Polri mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, terutama dalam mengawasi aktivitas digital anak-anak agar tidak terjerumus ke dalam lingkaran ideologi kekerasan.

Penegakan hukum ini diharapkan dapat menjamin rasa aman bagi masyarakat yang merayakan malam tahun baru di berbagai wilayah Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.