Jakarta

Mengapa Palestina Dulu Menerima Puluhan Ribu Pengungsi Yahudi yang Diusir Hitler? Begini Sejarahnya

Sastra Yudha | 9 November 2023, 22:00 WIB
Mengapa Palestina Dulu Menerima Puluhan Ribu Pengungsi Yahudi yang Diusir Hitler? Begini Sejarahnya

AKURAT JAKARTA - Sejarah mencatat, dulu tak negara Israel di Timur Tengah. Dalam buku kuno terbitan tahun 1722, terdapat peta Timur Tengah. Namun, di dalam peta tersebut tidak ditemukan negara Israel. Tetapi ada negara Palestina.

Sejarah juga mencatat, rakyat Palestina lah yang menyelamatkan ratusan ribu kaum Yahudi yang lari dari pembantaian tentara Nazi pimpinan Adolf Hitler.

Namun kenyataan kemudian, bak menyelamatkan anjing dari jeratan tali, setelah terbebas malah menggigit orang yang menyelamatkan.

Sejarah mencatat peristiwa kelam bagi kaum Yahudi bernama Holocaust. Ini merupakan peristiwa pembantaian kejam yang terjadi di tahun 1933 sampai 1945.

Baca Juga: 4 Ramuan Herbal untuk Obat Batuk dan Mengencerkan Dahak, Terbukti Ampuh dan Sudah Digunakan Sejak Berabad-abad

Peristiwa Holocaust ini didalangi oleh rezim Nazi Jerman, Adolf Hitler. Ia ingin melenyapkan semua Yahudi dari muka bumi.

Melansir laman History, Hitler menilai orang Yahudi merupakan ras lebih rendah dan menjadi ancaman untuk kemurnian ras Jerman.

Maka dari itu, selama bertahun-tahun orang Yahudi mendapat penyiksaan dan dibantai oleh tentara Nazi.

Akibat pembantaian tersebut, di tahun 1930-an, sekitar 60 ribu orang Yahudi akhirnya bermigrasi ke Palestina. Mereka pergi ke Palestina secara diam-diam atau dikenal dengan aliyah.

Sebab jika ketahuan tentara Nazi, mereka akan langsung dilenyapkan. Pada saat itu, Palestina bersedia menerima pengungsi Yahudi yang lari dari Eropa Tengah dan Eropa Timur.

Baca Juga: 5 Jenis Makanan Ini Baik Dimakan di Siang Hari, Tapi Bisa Jadi Bahaya Pada Malam Hari, Simak Penjelasannya

Mengapa Palestina mau menerima pengungsi Yahudi? Selain karena rasa kemanusiaan, juga karena adanya perjanjian Deklarasi Balfour.

Deklarasi Balfour ini dikeluarkan oleh pemerintah Inggris pada tahun 1917. Deklarasi Balfour ini ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Inggris saat itu, yaitu Arthur James Balfour.

Isinya, pemerintah Inggris secara resmi menyatakan dukungannya terkait gagasan menciptakan wilayah khusus untu pengungsi Yahudi di Palestina.

“Pemerintahan Yang Mulia (Kerajaan Inggris) mendukung pembentukan sebuah rumah nasional bagi orang-orang Yahudi di Palestina, dan akan menggunakan upaya terbaik mereka untuk memudahkan tercapainya tujuan ini,” kata Balfour dalam suratnya yang dikirimkan kepada Walter Rothschild, yang merupakan anak pimpinan komunitas Yahudi di Inggris.

Baca Juga: Dewa 19 dan Club Dangdut Racun Bakal Goyang Bandung di Five Live 2023: Therevona, Catat Tanggal dan Lokasinya

Maka, ketika Yahudi diusir Hitler dari Eropa, mereka berbondong-bondong mencari perlindungan ke Palestina. Sejak saat itu, gelombang imigran Yahudi terus berdatangan ke Palestina.

Namun setelah jumlah mereka banyak, mereka membentuk negara Israel di tanah Palestina. Bahkan, mereka ingin menghapus Palestina dari peta dunia. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.