Mengapa Palestina Dulu Menerima Puluhan Ribu Pengungsi Yahudi yang Diusir Hitler? Begini Sejarahnya

AKURAT JAKARTA - Sejarah mencatat, dulu tak negara Israel di Timur Tengah. Dalam buku kuno terbitan tahun 1722, terdapat peta Timur Tengah. Namun, di dalam peta tersebut tidak ditemukan negara Israel. Tetapi ada negara Palestina.
Sejarah juga mencatat, rakyat Palestina lah yang menyelamatkan ratusan ribu kaum Yahudi yang lari dari pembantaian tentara Nazi pimpinan Adolf Hitler.
Namun kenyataan kemudian, bak menyelamatkan anjing dari jeratan tali, setelah terbebas malah menggigit orang yang menyelamatkan.
Sejarah mencatat peristiwa kelam bagi kaum Yahudi bernama Holocaust. Ini merupakan peristiwa pembantaian kejam yang terjadi di tahun 1933 sampai 1945.
Peristiwa Holocaust ini didalangi oleh rezim Nazi Jerman, Adolf Hitler. Ia ingin melenyapkan semua Yahudi dari muka bumi.
Melansir laman History, Hitler menilai orang Yahudi merupakan ras lebih rendah dan menjadi ancaman untuk kemurnian ras Jerman.
Maka dari itu, selama bertahun-tahun orang Yahudi mendapat penyiksaan dan dibantai oleh tentara Nazi.
Akibat pembantaian tersebut, di tahun 1930-an, sekitar 60 ribu orang Yahudi akhirnya bermigrasi ke Palestina. Mereka pergi ke Palestina secara diam-diam atau dikenal dengan aliyah.
Sebab jika ketahuan tentara Nazi, mereka akan langsung dilenyapkan. Pada saat itu, Palestina bersedia menerima pengungsi Yahudi yang lari dari Eropa Tengah dan Eropa Timur.
Mengapa Palestina mau menerima pengungsi Yahudi? Selain karena rasa kemanusiaan, juga karena adanya perjanjian Deklarasi Balfour.
Deklarasi Balfour ini dikeluarkan oleh pemerintah Inggris pada tahun 1917. Deklarasi Balfour ini ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Inggris saat itu, yaitu Arthur James Balfour.
Isinya, pemerintah Inggris secara resmi menyatakan dukungannya terkait gagasan menciptakan wilayah khusus untu pengungsi Yahudi di Palestina.
“Pemerintahan Yang Mulia (Kerajaan Inggris) mendukung pembentukan sebuah rumah nasional bagi orang-orang Yahudi di Palestina, dan akan menggunakan upaya terbaik mereka untuk memudahkan tercapainya tujuan ini,” kata Balfour dalam suratnya yang dikirimkan kepada Walter Rothschild, yang merupakan anak pimpinan komunitas Yahudi di Inggris.
Maka, ketika Yahudi diusir Hitler dari Eropa, mereka berbondong-bondong mencari perlindungan ke Palestina. Sejak saat itu, gelombang imigran Yahudi terus berdatangan ke Palestina.
Namun setelah jumlah mereka banyak, mereka membentuk negara Israel di tanah Palestina. Bahkan, mereka ingin menghapus Palestina dari peta dunia. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Valencia di La Liga, 16 September 2026: Ujian Berat Tim Juru Kunci di Mendizorroza
- 2Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di La Liga, 15 September 2026: Mampukah El Submaniro Amarillo Bangkit dan Raih Kemenangan Perdana?
- 3Prediksi Skor West Ham vs Fulham di Carabao Cup, 16 September 2026: Mampukah The Hammers Lanjutkan Tren Positif?
- 4Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia, 15 September 2026: Mampukah Grifone Hentikan Tren Buruk?
- 5Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di La Liga, 16 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Krisis Pertahanan?
- 6Prediksi Skor Como vs Parma di Serie A, 14 September 2026: Mampukah Tim Asuhan Cesc Fabregas Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Leeds United vs Newcastle United di Premier League, 15 September 2026: Mampukah The Whites Hentikan Rekor The Magpies?
- 8Prediksi Skor Torino vs AS Roma di Serie A, 14 September 2026: Mampukah Toro Menghentikan Laju Giallorossi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








