Jakarta

Pendatang Baru ke Jakarta Usai Lebaran 2024 Mengalami Penurunan, Ini Penyebabnya

Ainun Kusumaningrum | 15 April 2024, 14:21 WIB
Pendatang Baru ke Jakarta Usai Lebaran 2024 Mengalami Penurunan, Ini Penyebabnya

AKURAT JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta memprediksikan pendatang baru ke Jakarta usai Lebaran 2024 mengalami penurunan.

Tercatat, penurunan pendatang baru ke Jakarta mencapai 10.000 hingga 15.000 orang. 

Pada 2024 pendatang baru yang ke Jakarta akan mengalami penurunan khususnya usai Lebaran Idulfitri 2024.

Baca Juga: Golok Betawi dan Kisah Tragis Cinta Si Jampang: Ditolak Mayangsari dan Mati Dibedil Kompeni

"Kami memprediksikan akan turun 10 ribu hingga 15 ribu orang,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta, Budi Awaludin, Minggu (14/4/2024). 

Pembangunan nasional yang mulai merata di sejumlah daerah, kata Budi, salah satu penyebab menurunnya pendatang baru ke Jakarta.

Selain itu, Budi menjelaskan, tren jumlah pendatang usai lebaran atau arus balik mudik selama empat tahun terakhir.

Baca Juga: Jangan Pulang ke Jakarta Dulu! Manfaatkan Diskon Tarif Tol Tanggal 17-19 April 2024

Untuk tahun 2020 itu ada 24.043 orang, tahun 2021 ada 20.046 orang, tahun 2022 ada 27.478 orang dan 2023 ada 25.918.

"Kami mengimbau kepada warga Jakarta untuk tidak membawa saudara, kerabat dan keluarga lain usai lebaran tanpa ada jaminan tempat tinggal dan tempat kerja yang layak,” kata Budi.

Sementara, Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Joko Agus Setyono mengimbau, bagi para pemudik untuk tidak mengajak sanak saudara mengadu nasib di Jakarta. Terutama yang tidak mempunyai keahlian yang memadai. 

Baca Juga: Asal Usul Condet di Jakarta Timur: Diambil dari Nama Pangeran, Semasa Gubernur Ali Sadikin Pernah Berstatus Cagar Budaya Masyarakat Betawi

“Pada keselamatan ini saya mengimbau kepada masyarakat yang mudik agar kembali tidak mengajak sanak, keluarga dan tetangga untuk mengadu nasib di Jakarta. Terutama tidak memiliki kemampuan bekerja dan persiapan yang memadai,” kata Joko. 

Menurut Joko, masyarakat perantau yang datang ke Jakarta sangat berisiko mengalami berbagai kesulitan jika tidak memiliki kemampuan kerja. Mengingat akses pekerja di Jakarta tidak mudah. 

"Pertimbangan risiko yang akan mereka hadapi seperti kesulitan memenuhi persyaratan administrasi pendudukan, akses terhadap pekerjaan. Kemudian menemukan tempat tinggal yang layak dan tetap," ujar Joko.(*) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.